Ahli Ungkap Hasil Psikologi 4 Terdakwa Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

4 hours ago 1

Jakarta - Sidang penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus berlanjut di Pengadilan Militer, Jakarta. Dalam sidang ini, ahli dari Pusat Psikologi Mabes TNI mengungkap hasil pemeriksaan psikologi terhadap empat terdakwa.

Sidang berlangsung di Pengadilan Militer, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (7/5/2026). Empat anggota TNI yang terlibat dalam perkara ini ialah terdakwa I Sersan Dua Edi Sudarko, terdakwa II Letnan Satu Budhi Hariyanto Widhi, terdakwa III Kapten Nandala Dwi Prasetyo, dan terdakwa IV Letnan Satu Sami Lakka.

Penasihat Hukum menghadirkan saksi ahli yang melakukan pemeriksaan terhadap 4 terdakwa. Psikolog dari Pusat Psikologi TNI Kolonel Arh Agus Syahrudin menyampaikan proses pemeriksaan itu berlangsung pada 19 Maret 2026.

"Betul, jadi pada tanggal 19 Maret 2026 Kapus Psi (psikologi) mendapat surat permohonan dari kepala BAIS terkait permohonan pemeriksaan psikologi," kata Agus dalam sidang.

Adapun untuk terdakwa I, Serda Edi Sudarko, disebut memiliki keterbatasan dalam fleksibilitas berpikir. Serda Edi memiliki kepribadian yang cenderung agresif dan kurang efektif dalam memecahkan masalah.

"Kesimpulan dari masing-masing terdakwa, kami bacakan sesuai dengan nama yang dikirimkan oleh BAIS. Untuk Serda Edi, kesimpulan dari hasil pemeriksaan kami menyatakan bahwa yang bersangkutan memiliki keterbatasan dalam fleksibilitas berpikir, cenderung impulsif, dan kurang efektif dalam pemecahan masalah kompleks," kata Kolonel Agus.

"Yang kedua, kepribadiannya cenderung agresif dan dominan. Kemudian Tidak ditemukan indikasi patologis atau gangguan psikologis, namun proses berpikir dan pola kepribadiannya berpotensi terhadap perilaku berisiko," tambahnya.

Untuk terdakwa II Lettu Budhi Hariyanto disebut jika kemampuan analisanya tidak begitu tinggi. Lettu Budhi berdasarkan hasil psikologi, disebut minim empati dan impulsif.

"Terdakwa II, Letnan Satu Budhi Hariyanto, dari hasil pemeriksaan dapat disimpulkan bahwa psikologis kemampuan analisanya tidak begitu tinggi sehingga dalam pemecahan atau bertindak kurang pertimbangan yang matang," kata Agus.

Ia menyebut pola kepribadian dari Lettu Budhi berpotensi terhadap perilaku berisiko. Ia mengatakan tampak rasa penyesalan dari Lettu Budhi terkait aksinya yang berdampak luas ke institusi.

"Kepribadiannya cenderung kurang hangat dalam berelasi, formal dan minim empati, serta ada kecenderungan impulsif dengan kontrol diri yang lemah," kata Kolonel Agus.

"Tidak ditemukan indikasi patologis, namun proses berpikir dan pola kepribadiannya berpotensi terhadap perilaku berisiko. Tampak rasa penyesalan yg cukup besar akibat aksi yang dilakukan berdampak luas tidak hanya ke pribadi yang bersangkutan namun juga terhadap korban, keluarga dan institusi," tambahnya.

Terdakwa ke III, yakni Kapten Nandala Dwi, hasil psikologinya disebut berpikir praktis. kapten Nandala dikatakan tak memprioritaskan analisa mendalam.

"Untuk Terdakwa III, Kapten Nandala Dwi Prasetyo, dari hasil pemeriksaan dapat disimpulkan bahwa psikologis bersangkutan sebagai berikut. Proses berpikirnya lebih mengutamakan solusi praktis, dibandingkan dengan analisa mendalam pada proses pengambilan keputusan dan penyelesaian masalah," ujar Kolonel Agus.

Kolonel Agus mengatakan kepribadian Kapten Nandala kaku dan mengabaikan kedekatan emosional. Disebut jika pola kepribadiannya, berpotensi tehadap perilaku berisiko.

"Kepribadiannya mandiri, kaku, mengabaikan kedekatan emosional dan lebih berorientasi pada tugas. Tidak ditemukan indikasi patologis namun pola kepribadian berpotensi terhadap perilaku berisiko. Tampak rasa penyesalan yang cukup besar akibat aksi yang dilakukan berdampak luas tidak hanya ke pribadi yang bersangkutan namun juga terhadap korban, keluarga dan institusi," ungkapnya.

Adapun hasil psikologi terhadap terdakwa IV, Lettu Sami Lakka, disimpulkan jika proses berpikir cenderung sederhana dan praktis. Ia menyebut minat sosial dari Lettu Sami rendah.

"Terdakwa IV Letnan Satu Sami Lakka, dari hasil pemeriksaan dapat disimpulkan bahwa psikologis bersangkutan proses berpikirnya sederhana dan praktis. Kepribadiannya kecenderungan minat sosial rendah tidak luas. Tapi masih mampu membangun kedekatan emosional meski butuh waktu," ujar Kolonel Agus.

"Tidak ditemukan indikasi patologis namun pola kepribadian berpotensi terhadap perilaku berisiko. Tampak rasa penyesalan yang cukup besar akibat aksi yang dilakukan berdampak luas tidak hanya ke pribadi yang bersangkutan namun juga terhadap korban, keluarga dan institusi," imbuhnya.

Lihat Video 'Pelaku Penyiraman ke Andrie Yunus Juga Kena Air Keras, Ini Fotonya':

(dwr/azh)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |