Fundamental Pundit
Gelson Kurniawan, CNBC Indonesia
25 June 2026 11:30
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) berencana melakukan Penawaran Umum Perdana Saham dengan menerbitkan maksimal 325.322.300 saham baru.
PT Nitrasanata Dharma adalah pengelola jaringan rumah sakit mata JEC (Jakarta Eye Center),
Harga penawaran berada pada rentang Rp1.200 hingga Rp1.400 per saham. Target perolehan dana maksimal mencapai Rp455.451.220.000. Dana hasil penawaran ini memiliki fokus utama untuk pelunasan utang.
Sekitar Rp275.000.000.000 dialokasikan untuk membayar pokok pinjaman kepada Bank BCA dan Bank HSBC, baik di tingkat induk maupun disalurkan sebagai pinjaman ke entitas anak. Sisa dana akan disetorkan sebagai modal ke PT Nitra Sanata Bali dan digunakan untuk modal kerja operasional.
Kinerja Laba Rugi
Pada aspek kinerja laba rugi, Perseroan mencatat peningkatan pendapatan secara bertahap. Laba tahun berjalan pada 2025 tercatat sebesar Rp72.495 juta. Beban operasional dan beban keuangan yang tinggi memberikan tekanan pada laba bersih dibandingkan pencapaian pada 2023.
Laporan Arus Kas
Arus kas Perseroan menunjukkan bahwa aktivitas operasi mampu menghasilkan kas positif sebesar Rp173.359 juta pada 2025. Aktivitas investasi mencatat kas keluar sebesar Rp102.330 juta untuk pengembangan fasilitas kesehatan. Aktivitas pendanaan mencatat defisit sebesar Rp97.203 juta akibat pembayaran pokok utang bank dan dividen.
Kinerja Neraca
Posisi neraca menunjukkan peningkatan liabilitas jangka pendek yang sangat signifikan pada 2025. Total liabilitas jangka pendek mencapai Rp547.402 juta akibat reklasifikasi utang bank jangka panjang. Hal ini disebabkan oleh pelanggaran kovenan keuangan terkait rasio utang pada fasilitas kredit dari Bank BCA.
Rasio Profitabilitas dan Pertumbuhan
Profitabilitas Perseroan menunjukkan margin laba bruto yang stabil di kisaran 62%. Namun, margin laba bersih mengalami penurunan dari 15,43% pada 2023 menjadi 7,82% pada 2025. Pertumbuhan laba bersih mulai pulih dengan kenaikan 16,05% pada 2025 setelah turun tajam pada tahun sebelumnya.
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
Rasio likuiditas Perseroan tertekan, terlihat dari rasio lancar yang turun menjadi 0,69x pada 2025. Rasio liabilitas terhadap ekuitas berada pada tingkat 0,79x. Meskipun likuiditas jangka pendek tertekan, rasio cakupan bunga berada pada tingkat 10,5x, menunjukkan kemampuan pembayaran bunga yang masih memadai.
Katalis Positif Emiten JECX
Katalis positif Perseroan meliputi rekam jejak operasional dengan mengelola 5 rumah sakit dan 11 klinik utama. Perseroan mencatat tren peningkatan volume kunjungan pasien setiap tahunnya.
Pengakuan kualitas layanan dibuktikan melalui akreditasi internasional JCI dan keanggotaan di WAEH. Terdapat pula prospek ekspansi ke segmen wisata medis melalui proyek JEC Bali@Sanur di Kawasan Ekonomi Khusus.
Katalis Negatif Emiten JECX
Katalis negatif didominasi oleh masalah utang dan likuiditas. Rasio lancar yang berada di bawah 1x serta riwayat pelanggaran kovenan utang bank menjadi risiko yang perlu diperhatikan.
Mayoritas dana yang diperoleh dari penawaran umum juga dialokasikan untuk pelunasan utang yang telah ada, sehingga membatasi ketersediaan dana segar yang langsung digunakan untuk ekspansi bisnis fisik.
-
Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(gls/gls)
Addsource on Google


















































