RI-India Kerja Sama Restorasi Kompleks Candi Perwara Prambanan

5 hours ago 1

Jakarta -

Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) bersama Pemerintah Republik India memperkuat kerja sama pelestarian warisan budaya dunia melalui program konservasi dan restorasi Candi Perwara Kompleks Candi Prambanan.

Kerja sama bertajuk Indonesia India Collaborative Culture Heritage Conservation ini dipaparkan oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, saat mendampingi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam menerima kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India, Narendra Modi, di Kawasan Candi Prambanan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Upaya ini merupakan bagian dari penguatan Kemitraan Strategis Komprehensif antara Indonesia-India, yang dituangkan dalam Letter of Intent for the Conservation and Restoration of Prambanan Temple Complex, salah satu agenda kerja sama yang sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya di Istana Negara pada 7 Juli 2026. Letter of Intent tersebut menjadi dasar penguatan kolaborasi Indonesia-India dalam konservasi dan restorasi Kompleks Candi Prambanan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Program ini akan dilaksanakan oleh Indonesian Heritage Agency bersama Archaeological Survey of India (ASI) dengan mengedepankan pendekatan ilmiah, pertukaran keahlian, serta pemanfaatan teknologi konservasi terkini. Indonesia dan India akan menjalankan program konservasi ini selama sepuluh tahun. Tahap pertama akan difokuskan pada 54 Candi Perwara di kuadran timur laut Kompleks Candi Prambanan.

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menjelaskan makna spiritual, nilai, sejarah dan peradaban, konservasi, hingga pelestarian dan nilai-nilai universal Prambanan.

"Prambanan merupakan kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia dan salah satu mahakarya arsitektur Hindu di Asia Tenggara. Relief Ramayana dan Krishnayana juga menjadi bukti nyata bahwa hubungan antara Nusantara dan India telah berlangsung selama selama berabad-abad melalui pertukaran gagasan, pengetahuan, seni, dan nilai-nilai budaya," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (8/7/2026).

Fokus utama kerja sama adalah konservasi dan pemugaran 224 candi perwara, yaitu candi-candi kecil pendamping yang tersusun dalam empat baris mengelilingi candi-candi utama Prambanan. Dari 224 candi perwara tersebut, baru 6 yang telah dipugar secara utuh, sementara 218 lainnya masih berada dalam kondisi reruntuhan.

"Ribuan blok batu andesit asli juga masih tersebar, tertimbun, atau tercampur di berbagai titik kawasan. Keterbatasan metode dokumentasi yang komprehensif, bercampurnya batu-batu dari struktur candi yang berbeda, serta hilangnya sejumlah komponen asli menjadikan pemugaran candi perwara Prambanan sebagai salah satu pekerjaan anastilosis yang sangat kompleks," jelas Fadli Zon.

Tahap pertama program konservasi akan difokuskan pada kawasan Timur Laut kompleks Prambanan yang mencakup 54 candi perwara. Kawasan ini diharapkan menjadi model bagi tahapan konservasi berikutnya, dengan tetap mengutamakan standar ilmiah, prinsip keaslian, dan integritas Prambanan sebagai situs Warisan Dunia UNESCO.

"Kami berharap momentum kunjungan ini dapat mempercepat realisasi program pemugaran, dengan tetap menjaga standar ilmiah, keaslian, dan integritas Prambanan sebagai situs Warisan Dunia," ujarnya.

Selain konservasi fisik, program ini juga mencakup dokumentasi digital menggunakan teknologi LiDAR dan fotogrametri, penelitian arkeologi, kajian struktur, hidrologi dan geoteknik, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pemanfaatan kecerdasan artifisial atau AI untuk mendukung rekonstruksi digital dan analisis teknis.

Menurut Fadli Zon, pemugaran Prambanan merupakan pekerjaan ilmiah yang kompleks. Proses tersebut mencakup dokumentasi, kajian arkeologis, analisis struktur, identifikasi batu asli, serta penyusunan kembali berdasarkan prinsip keaslian.

"Karena itu, Indonesia sangat menghargai kerja sama ini, yang mempertemukan komitmen Indonesia dalam menjaga warisan budaya dengan keahlian India yang diakui secara internasional dalam bidang konservasi cagar budaya," jelasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Narendra Modi meninjau langsung rencana konservasi Candi Perwara Prambanan. Peninjauan ini menjadi simbol komitmen kedua negara dalam memperkuat pelindungan warisan budaya sekaligus mempererat hubungan persahabatan Indonesia dan India.

Dalam joint statement yang disampaikan usai kunjungan ke Candi Prambanan, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Narendra Modi menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan bilateral Indonesia dan India, sekaligus memperkuat kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi kedua negara.

"Atas nama pemerintah dan rakyat Indonesia, saya ucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Perdana Menteri Narendra Modi atas kunjungan kenegaraannya di Indonesia. Semoga persahabatan Indonesia dan India semakin kokoh, semakin erat, dan terus menghasilkan kerjasama yang nyata, serta saling menguntungkan bagi kedua negara dan kedua rakyat kita," ujar Presiden Prabowo Subianto.

Perdana Menteri Republik India, Narendra Modi, turut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan masyarakat Republik Indonesia atas upaya pelestarian kebudayaan yang menjadi jembatan hubungan diplomatik antarnegara.

"Saya berharap kerja sama ini menjadi penguat hubungan antara India-Indonesia, tidak hanya bagi kedua negara, namun juga bagi masyarakat India dan Indonesia," harap Narendra Modi.

Menutup keterangannya, Menbud Fadli menegaskan bahwa kerja sama konservasi dan pemugaran Prambanan merupakan capaian penting dalam Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia-India, khususnya Paragraf 6 dalam bidang Sejarah, Arkeologi, dan Antropologi. Menurutnya, proyek ini memperlihatkan bagaimana hubungan historis kedua bangsa dapat diterjemahkan menjadi kerja sama nyata dalam menjaga warisan budaya dunia bagi generasi mendatang.

"Kami berharap kerja sama ini menjadi warisan bersama Indonesia dan India, serta menjadi contoh bagaimana dua bangsa dapat bekerja sama menjaga warisan budaya dunia bagi generasi mendatang," pungkas Menbud.

Turut hadir dalam agenda tersebut Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana; Menteri Luar Negeri, Sugiyono; Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, Wakil Gubernur D.I. Yogyakarta, KGPAA Paku Alam X; Direktur InJourney, Maya Watono; dan Direktur PT. Taman Wisata Candi, Febrina Intan. Hadir pula mendampingi Menteri Kebudayaan RI, yakni Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Endah T.D. Retnoastuti; Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Protokoler dan Rumah Tangga, Rachmanda Primayudha; Kepala Museum dan Cagar Budaya, Indira Estiyanti Nurjadin; Direktur Warisan Budaya, Agus Widiatmoko; Direktur Diplomasi Kebudayaan, Raden Usman Effendi; Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan D.I. Yogyakarta, Riris Purbasari; dan Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah, Nahar Cahyandaru.

Konservasi Prambanan tidak hanya dimaknai sebagai pelestarian tinggalan arkeologis, tetapi juga sebagai upaya menjaga living heritage yang terus hidup melalui praktik budaya, pendidikan, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Melalui kerja sama ini, Indonesia dan India diharapkan dapat mewariskan Candi Prambanan sebagai ruang pembelajaran, dialog antarperadaban, dan simbol persahabatan kedua bangsa bagi generasi mendatang.

Simak Video 'Resmi! Indonesia-India Garap Restorasi Candi Prambanan':

(akd/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |