Polisi Sita Uang Rp 7,2 M dari Penggeledahan Money Changer di Cipete

4 hours ago 2

Jakarta -

Polisi menggeledah sebuah money changer di kawasan Cipete, Jakarta Selatan (Jaksel), terkait kasus dugaan korupsi. Petugas menyita uang senilai Rp 7,2 miliar dari hasil penggeledahan tersebut.

"Kemudian di money changer, ada 71 item barang bukti, kemudian ada 16 uang asing, dengan total sekitar Rp 7,2 miliar," ujar Kakortas Tipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto kepada wartawan di Kafe de'Clan, Cipete, Jaksel, Rabu (8/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Irjen Totok mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan penyidikan intensif. Seluruh barang bukti yang telah disita akan didalami lebih lanjut oleh tim penyidik.

"Kemudian proses penyidikan akan kita lanjutkan untuk pendalaman lebih lanjut," ungkapnya.

Pantauan detikcom di lokasi, Rabu (8/7) pukul 20.35 WIB, terlihat sejumlah anggota Brimob telah bersiaga di lokasi. Tampak para penyidik keluar dengan membawa empat buah koper.

Koper-koper tersebut terdiri dari satu koper merah berukuran kecil, satu koper biru berukuran sedang, dan satu koper hitam berukuran sedang. Kemudian, ada pula satu koper hitam berukuran besar yang harus diangkat oleh tiga orang penyidik.

Selain koper, penyidik turut membawa sebuah mesin penghitung uang. Tampak sebuah brankas juga ikut diangkut menggunakan kendaraan taktis (rantis) milik Brimob.

Sebelumnya, penyidik dilaporkan telah lebih dulu mengamankan sebuah boks berisikan uang yang dibawa menggunakan mobil dinas berwarna putih milik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Seperti diketahui, polisi melakukan penggeledahan maraton di sejumlah titik di kawasan Jakarta Selatan hari ini. Mulai dari kafe, money changer, hingga beberapa lokasi lainnya. Rangkaian penggeledahan ini dilakukan terkait pengusutan tiga kasus korupsi besar.

Kakortas Tipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto menyebutkan, pengusutan kasus-kasus tersebut ditangani secara bersama atau joint investigation dengan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Kasus-kasus itu meliputi dugaan korupsi pengadaan batu bara yang memicu pemadaman listrik (blackout), kasus ASABRI, hingga dugaan korupsi dalam proses penyelesaian utang dari PT CBS kepada PT KNI yang merupakan anak perusahaan BUMN Krakatau Steel.

Atensi Presiden

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menegaskan pengusutan kasus dugaan korupsi di PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel menjadi atensi Presiden Prabowo Subianto.

"Ini merupakan atensi Bapak Presiden untuk dugaan-dugaan kasus korupsi menjadi perhatian kepolisian untuk melaksanakan pengungkapan dan proses penyidikan. Rangkaian penggeledahan ini bagian dari proses penyidikan di dalam mencari, mengumpulkan barang bukti untuk pemenuhan dalam proses penyidikan," kata Budi Hermanto seusai penggeledahan di Cafe de'Clan, Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (8/7).

Budi mengatakan penggeledahan bagian dari pengungkapan dugaan korupsi batu bara di PLN yang memicu blackout di Sumatera beberapa waktu lalu, ASABRI, dan Krakatau Steel. Kasus korupsi yang diusut meliputi suap, gratifikasi, dan pencucian uang.

"Dari Kortas Tipikor bersama Polda Metro Jaya dalam melakukan penyidikan dugaan kasus korupsi meliputi suap, gratifikasi, dan pencucian uang. Ada beberapa lokasi saat ini secara serempak dilaksanakan rangkaian penggeledahan, termasuk di lokasi sekarang di Cafe de'Clan dan Coin Money Changer. Ini kaitan tentang dugaan korupsi blackout batu bara PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel," ujarnya.

Simak Video 'Polisi Sita Duit Rp 67,2 M Usai Geledah Kafe de'Clan-Money Changer':

(dek/dek)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |