Respons Dirut KAI soal Dugaan Sinyal Eror Sebelum Kecelakaan Kereta di Bekasi

3 hours ago 2
Jakarta -

Video pria berseragam KAI mengatakan dugaan sinyal eror sebelum kecelakaan kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur viral di media sosial. Direktur Utama (Dirut) PT KAI Bobby Rasyidin mengatakan pihaknya menunggu hasil investigasi yang dilakukan KNKT.

Berdasarkan video yang dilihat pada Rabu (29/4/2026), pria berseragam KAI dalam video viral tersebut mengatakan ada dugaan sinyal eror sehingga KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL. Merespons hal tersebut, Bobby Rasyidin mengungkapkan pihaknya mendukung investigasi dari KNKT mengenai penyebab pasti tabrakan.

"Ya tentunya seperti yang saya sampaikan sebelumnya adalah kita mendukung penuh investigasi yang sedang dan akan dilakukan oleh KNKT. Dan tentunya kita juga akan mematuhi dan akan mengikuti semua rekomendasi yang akan dilakukan oleh KNKT. Untuk sementara itu yang bisa saya jawab," jelas Bobby saat konferensi pers di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Dalam kesempatan yang sama, Bobby menegaskan bahwa layanan KRL di Stasiun Bekasi Timur rencananya dibuka pada Rabu (29/4) siang. Semua akan dipastikan beroperasi seperti sebelumnya.

"Insyaallah siang kita akan membuka layanan KRL kita, Cikarang Line yang akan beroperasi dan berfrekuensi sama dengan sebelumnya," ujarnya.

Bobby menegaskan bahwa keselamatan penumpang adalah prioritas KAI. Pihaknya tidak ingin menurunkan tingkat keselamatan.

"Kami perlu menegaskan juga, keselamatan adalah prioritas kami. Kami tidak ada toleransi sama sekali untuk melanggar atau tingkat keselamatan," katanya.

Bobby menjelaskan bahwa pembukaan operasional dilakukan bertahap. Semua berdasarkan instruksi dari KNKT.

"Prosesnya akan kita lakukan bertahap. Dan pada saat ini sudah dapat clearance dari KNKT jalur itu sudah bisa dilakukan, dengan catatan pembatasan kecepatan," jelasnya.

Sebelumnya, KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL yang sedang berhenti di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam. Peristiwa itu berawal dari taksi tertemper KRL di perlintasan yang tak jauh dari Stasiun Bekasi Timur.

Peristiwa taksi tertemper KRL itu mengakibatkan KRL di Stasiun Bekasi menunggu. KA Argo Bromo Anggrek kemudian datang dan menabrak dari belakang. Korban tewas kecelakaan kereta api tersebut mencapai 15 orang dan puluhan orang terluka.

(kuf/rfs)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |