Jakarta -
Analis komunikasi politik, Hendri Satrio, menilai Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya turun tangan menjelaskan kenaikan harga Pertamax menjadi upaya pemerintah dalam melakukan komunikasi publik. Menurutnya, langkah itu dilakukan di tengah minimnya respons dari instansi teknis.
"Apa yang dilakukan Teddy itu meski bagus, tetapi itu minimum banget dan lagi-lagi Teddy yang pasang badan," kata Hensa dilansir Antara, Selasa (16/6/2026).
Hensa menekankan kenaikan harga bahan bakar seperti Pertamax seharusnya dikomunikasikan secara verbal dan langsung kepada masyarakat. Salah satunya, menurut dia, melalui konferensi pers yang secara lengkap menjelaskan alasan dan dampaknya secara rinci.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harusnya kenaikan Pertamax ini diumumkan secara lisan, ada konferensi persnya dan dijelaskan secara rinci mengapa harganya naik, apa dampaknya ke masyarakat," ujar Hensa.
Diketahui, penjelasan Seskab disampaikan dalam akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet. Dalam unggahannya itu, Seskab menjelaskan Pertamax merupakan jenis bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi sehingga Pertamina menjualnya dengan harga yang mengikuti pergerakan harga minyak dunia.
Kendati demikian, sejak Pertamina menaikkan harga Pertamax dan varian BBM nonsubsidi lainnya, harga per liter BBM nonsubsidi di Indonesia masih lebih murah dibandingkan dengan BBM RON 92/95 di beberapa negara Asia Tenggara, misalnya Filipina, Laos, Thailand, Myanmar, dan Singapura.
"Pertamax adalah BBM nonsubsidi. Artinya, harga Pertamax harus mengikuti harga minyak dunia. Apa saja BBM bersubsidi? Pertalite dan solar. Harga BBM subsidi tidak naik," kata Teddy.
Sejak harga minyak dunia naik imbas perang Iran versus Amerika Serikat dan Israel, harga BBM bersubsidi tidak naik alias tetap pada harga Rp 10 ribu per liter untuk varian Pertalite dan Rp 6.800 per liter untuk solar.
Sementara itu, harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax baru naik per 10 Juni 2026 dari Rp 12.300 per liter menjadi Rp 16.250 per liter.
Simak juga Video 'Bahlil soal Harga Pertamax Naik: Menyesuaikan Harga Pasar':
(fca/knv)
















































