Jakarta, CNBC Indonesia - Mojtaba Khamenei telah resmi menjadi pemimpin tertinggi baru di Iran. Majelis Khobregan Kepemimpinan Iran telah menetapkan putra mendiang Ayatollah Ali Khamenei itu, Senin waktu setempat.
Mojtaba terpilih setelah memperolah lebih dari 85% suara anggota Majelis. Pemilihan ini merujuk pada Pasal 107 dan 108 Konstitusi Republik Islam Iran untuk masa jabatan delapan tahun.
"Jalan Imam Khamenei yang gugur akan berlanjut di bawah nama Khamenei," kata Hosseinali Eshkevari, seorang anggota Majelis dikutip AFP.
Hal ini kemudian menimbulkan reaksi dunia. Berikut rangkuman CNBC Indonesia, Selasa (10/3/2026).
Trump
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan kepada New York Post bahwa ia "tidak senang" dengan pengangkatan Mojtaba Khamenei untuk menggantikan ayahnya. Hal ini diutarakannya saat ditanya wartawan dari klub golf Doral miliknya di dekat Miami, AS.
"Saya tidak akan memberi tahu Anda. Saya tidak senang dengannya," kata Trump.
Israel
Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan bahwa pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, adalah seorang "tiran" seperti ayahnya yang terbunuh. Israel mengatakan ia akan melanjutkan apa yang digambarkan sebagai "kebrutalan rezim" Iran.
Sebuah unggahan di X juga dibuat kementerian Israel dengan menampilkan gambar Mojtaba Khamenei dan ayahnya Ayatollah Ali Khamenei, memegang senjata. Kementerian tersebut menulis: "Mojtaba Khamenei. Seperti Ayah Seperti Anak".
"Tangan Mojtaba Khamenei sudah berlumuran darah yang menjadi ciri khas pemerintahan ayahnya," klaim Israel, dimuat AFP.
"Seorang tiran lain yang akan melanjutkan kebrutalan rezim Iran," tambahnya.
Putin
Presiden Rusia Vladimir Putinberjanji "dukungan tak tergoyahkan" kepada pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei. Ia pun memberi pesan khusus di tengah perang.
"Saya ingin menegaskan kembali dukungan tak tergoyahkan kami untuk Teheran dan solidaritas dengan teman-teman Iran kami," kata Putin dalam pesan kepada Khamenei, menambahkan bahwa "Rusia telah dan akan tetap menjadi mitra yang dapat diandalkan" bagi Iran, dimuat AFP.
"Pada saat Iran menghadapi agresi bersenjata, masa jabatan Anda di posisi tinggi ini pasti akan membutuhkan keberanian dan dedikasi yang besar," kata pemimpin Rusia itu.
China
China menyatakan dukungan kepada Mojtaba Khamenei. Negeri itu menentang setiap upaya penargetan terhadap pemimpin tertinggi Iran yang baru, setelah ancaman oleh militer Israel terhadap pengganti ayahnya yang terbunuh, Ali Khamenei.
"China menentang campur tangan dalam urusan internal negara lain dengan dalih apa pun, dan kedaulatan, keamanan, dan integritas teritorial Iran harus dihormati," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Guo Jiakun dalam konferensi pers.
Oman
Sultan Oman Haitham bin Tariq mengucapkan selamat kepada Mojtaba Khamenei atas pengangkatannya sebagai pemimpin tertinggi Iran yang baru. Hal ini dilaporkan oleh Kantor Berita Oman, Oman News Agency.
"Yang Mulia Sultan Haitham bin Tariq, semoga Allah melindungi dan menjaganya, mengirimkan telegram ucapan selamat kepada Yang Mulia Ayatollah Mojtaba Khamenei atas terpilihnya beliau sebagai Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran," kata kantor berita tersebut.
Oman berperan sebagai mediator dalam pembicaraan baru-baru ini antara Iran dan Amerika Serikat (AS). Namun pembicaraan itu gagal selama perang yang dipicu oleh serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran, yang dimulai sejak 28 Februari.
Irak
Perdana Menteri (PM) Irak Mohammed Shia al-Sudani juga mengucapkan selamat kepada Khamenei atas pengangkatannya pada hari Senin. Ia menegaskan kembali solidaritas dan dukungan Irak untuk Iran dan "semua langkah yang bertujuan untuk mengakhiri konflik dan menolak operasi militer terhadap kedaulatannya, untuk menjaga stabilitas negara-negara lain di kawasan tersebut".
"Kami menyatakan keyakinan kami pada kemampuan kepemimpinan baru di Republik Islam Iran untuk mengelola tahap sensitif ini, dan terus memperkuat persatuan rakyat Iran dalam menghadapi tantangan saat ini," kata al-Sudani dalam sebuah pernyataan, dimuat Al-Jazeera.
Hizbullah
Hizbullah menyambut baik terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran yang baru. Kelompok di Lebanon itu menyatakan kesetiaan setelah pendahulunya dan ayahnya, Ali Khamenei, tewas dalam serangan AS-Israel.
"Kami di Hizbullah menyampaikan ucapan selamat dan berkah terhangat kami pada kesempatan ini. Kami memperbarui janji kesetiaan kami kepada pendekatan yang diberkati ini dan keteguhan kami di jalan kesetiaan," kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan.
Hizbullah memasuki perang Timur Tengah seminggu yang lalu dengan menyerang Israel sebagai tanggapan atas pembunuhan Ali Khamenei. Lebanon sendiri kini dibombardir Israel dengan pemerintah menyebut perang membuat negara hampir jatuh.
Houthi Yaman
Houthi Yaman menyambut baik penunjukan Mojtaba Khamenei. Kelompok pemberontak di Yaman itu menyebutnya sebagai pukulan besar bagi musuh-musuh republik Islam tersebut saat berperang dengan Amerika dan Israel.
"Kami mengucapkan selamat kepada Republik Islam Iran, kepemimpinan dan rakyatnya, atas terpilihnya Sayyid Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam pada saat yang penting dan krusial ini," kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan di Telegram.
"Kemenangan baru bagi Revolusi Islam dan pukulan telak bagi musuh-musuh Republik Islam dan musuh-musuh negara," ujarnya.
(sef/sef)
Addsource on Google


















































