Gelson Kurniawan, CNBC Indonesia
09 March 2026 11:55
Jakarta, CNBC Indonesia - Pecahnya perang terbuka berskala penuh antara aliansi Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran yang dimulai pada Sabtu, 28 Februari 2026 lalu telah mengubah peta geopolitik dan dinamika pasar global secara drastis.
Serangan udara gabungan dari AS dan Israel yang menargetkan pusat kepemimpinan serta fasilitas nuklir Iran, langsung memicu serangan balasan masif.
Hujan ribuan drone dan rudal balistik Iran yang diarahkan ke wilayah Israel, termasuk kawasan Tel Aviv dan Yerusalem, serta ke berbagai pangkalan militer AS di Timur Tengah, memberikan sentimen reaktif pada pasar saham.
Di Bursa Efek Tel Aviv (TASE), emiten yang beroperasi di sektor pertahanan dan teknologi militer mencatatkan lonjakan valuasi yang sangat tajam seiring memuncaknya skala peperangan di awal Maret ini.
Katalis Perang dan Lonjakan Mingguan
Sepekan terakhir menjadi periode yang sangat krusial bagi pasar saham pertahanan Israel. Rentetan serangan rudal balistik membuat sistem pertahanan udara dan logistik tempur bekerja dalam kapasitas maksimal.
Merespons kondisi ini, saham Elbit Systems Ltd (ESLT), sebagai kontraktor pertahanan dan elektronik militer terbesar Israel, melesat 16,22% hanya dalam rentang satu minggu, bergerak dari posisi 239.890 Jumat (27/2/2026) menuju 278.800 pada penutupan 6 Maret 2026.
Kondisi penguatan yang identik dialami oleh penyedia perangkat keras tempur lainnya. Israel Shipyards Industries (ISHI) yang memproduksi armada laut taktis dan Bet Shemesh Engines (BSEN) di sektor kedirgantaraan, masing-masing melonjak 12,63% dan 12,22% secara mingguan.
Lonjakan ini merefleksikan kepastian masuknya kontrak skala besar dari pemerintah untuk memenuhi kebutuhan darurat militer sehingga potensial earnings dari emiten tersebut diproyeksi akan melonjak signifikan.
Adapun pada pergerakan harian terakhir (5-6 Maret), seiring dengan intensitas saling serang yang sedikit berfluktuasi, harga saham mengalami konsolidasi wajar akibat profit taking. ESLT masih mampu naik tipis 1,05%, sementara BSEN terkoreksi 3,60%.
Tren Bulanan dan Pertumbuhan Tahunan
Apabila ditarik dalam perspektif yang lebih luas, sektor pertahanan ini nyatanya telah mengalami akumulasi secara masif jauh sebelum letusan perang 28 Februari terjadi. Peningkatan tensi secara bertahap sepanjang awal 2026 dan tingginya anggaran militer regional menjadi fondasi dasar pertumbuhan nilai perusahaan.
Dalam rentang satu tahun terakhir YoY, apresiasi paling masif dicetak oleh Next Vision Stabilized Systems (NXSN). Produsen sistem kamera stabilisasi untuk drone tempur ini meroket fantastis hingga 352,52%. Sementara itu, Ashot Ashkelon (ASHO) yang menyuplai komponen suspensi dan transmisi untuk kendaraan tempur darat mencetak kenaikan 121,88% yoy, berjalan beriringan dengan pertumbuhan tahunan Elbit Systems sebesar 116,21%.
Prospek di Tengah Ketidakpastian Berlarut
Dengan konfrontasi bersenjata yang kini melibatkan intersep udara secara harian dan penargetan fasilitas strategis dari kedua belah pihak, valuasi sektor pertahanan Israel telah menginkorporasikan risiko peperangan tingkat tinggi ini.
Selama jalur pelayaran dan wilayah udara Timur Tengah masih dalam status krisis militer, saham-saham di sektor ini diperkirakan akan terus bertindak sebagai instrumen lindung nilai yang agresif.
-
Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(gls/gls)
Addsource on Google


















































