Raksasa Emas Diselidiki, 'Sulap' Pendapatan Rp 3.000 T

3 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Skandal terjadi di salah satu perusahaan emas raksasa India, Rajesh Exports. Perusahaan kini diselidiki dan investigasi resmi bahkan dirilis Rabu waktu setempat.

Mengutip CNBC International Jumat (26/6/2026), perusahaan melakukan penyimpangan akuntansi dan operasional. Ini sesuai dengan laporan awali dari Badan Pengawas Pasar Mofal India (SEBI), yang menyebut ada manipulasi dan penggelembungan pendapatan 97-99%.

Perusahaan tersebut sebenarnya berbasis di Bengaluru. Namun penggelembungan pendapatan dilakukan melalui anak usaha di Swiss, Valcambi S.A.

Dilaporkan bahwa pendapatan tahun lalu tercatat 15,15 triliun rupee atau sekitar Rp 3.166 triliun. Padahal, direktur pelaksananya hanya dibayar gaji bulanan sebesar 17.000 rupee (Rp 3,23 juta) sementara kepala keuangan belum menerima gaji sejak 2020.

"Indikator bisnis utama perusahaan menunjukkan penyimpangan signifikan dari praktik komersial normal," kata Direktorat Penegakan Hukum India.

Dalam penggeledahan dan penyitaan di Bengaluru dan Mumbai, aparat menemukan bahwa perusahaan tersebut memiliki catatan transaksi luar negeri yang tidak memadai terkait saling hapus utang-piutang (set-off) sebesar 30 miliar rupee. Ada pula dugaan manipulasi saham dan persediaan emas fisik yang kurang dari yang dilaporkan, hanya sekitar 40%.

Sementara itu, Rajesh Exports mengatakan bahwa mereka tidak pernah melakukan pelaporan yang salah. Perusahaan mengklaim semua pengajuan, angka keuangan termasuk pendapatan adalah benar dan sah.

Rajesh Exports sendiri adalah perusahaan penyuling emas dan produsen berbagai macam produk emas. Perusahaan ini mengekspor perhiasan emas dan produk emas dari Swiss, India, dan Dubai.

(sef/sef)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |