Jakarta, CNBC Indonesia - Inggris akhirnya mengakui peran Colossus, komputer elektronik digital terprogram skala besar pertama di dunia yang membantu memecahkan sistem sandi militer Jerman pada Perang Dunia II. Mesin tersebut dirahasiakan selama sekitar 82 tahun sebelum kini mendapat pengakuan resmi sebagai IEEE Milestone.
Menurut laporan Spectrum IEEE, Colossus dibangun oleh insinyur Tommy Flowers pada 1943-1944 untuk memecahkan sandi Lorenz, sistem enkripsi Jerman yang jauh lebih canggih dibandingkan Enigma. Mesin seberat sekitar satu ton itu ditempatkan di markas pemecah kode Inggris di Bletchley Park, sekitar 80 kilometer dari London.
Colossus lahir setelah operator radio Inggris pada 1941 menangkap sinyal aneh dari jaringan komunikasi militer Jerman. Sinyal tersebut berupa kode teletype biner berkecepatan tinggi yang kemudian diberi nama sandi Tunny oleh Inggris.
Para pemecah kode, termasuk Bill Tutte dan Alan Turing, berhasil memahami cara kerja mesin Lorenz. Namun, proses dekripsi membutuhkan perhitungan statistik biner dalam jumlah sangat besar yang mustahil dilakukan secara manual dalam waktu singkat. Flowers kemudian merancang Colossus untuk mengotomatiskan proses tersebut.
Bletchley Park awalnya menolak gagasan Flowers karena menganggap mesin dengan sekitar 2.000 tabung vakum tidak akan bekerja secara andal. Flowers tetap membangun mesin itu secara diam-diam bersama tim kecilnya selama 10 bulan.
Pada Januari 1944, Colossus dikirim ke Bletchley Park dan mulai beroperasi penuh pada 5 Februari 1944. Mesin tersebut membaca teks sandi Tunny dari pita kertas berlubang menggunakan sistem fotoelektrik. Hasil analisis mengenai roda mesin dicetak oleh printer sederhana yang dibuat dari mesin tik manual yang dimodifikasi.
Kecepatan Colossus membuat para pemecah kode terkejut. Flowers mengenang bahwa mereka baru memahami idenya setelah mesin tersebut benar-benar beroperasi.
"Saya rasa mereka tidak benar-benar memahami apa yang saya usulkan sampai mereka benar-benar melihat mesinnya. Mereka benar-benar tidak percaya!" kata Flowers dalam sebuah wawancara.
Versi Colossus II yang selesai pada Juni 1944, beberapa hari sebelum D-Day, menggunakan sekitar 2.400 tabung vakum dan mampu memproses hingga 25.000 karakter per detik. Flowers menyebut Colossus memang berbeda jauh dari komputer modern, tetapi mesin itu telah mewujudkan fitur-fitur dasar komputer modern seperti clock pulse, counter, shift register, interrupt, dan pemrosesan paralel.
Melalui Colossus, Sekutu memperoleh akses terhadap komunikasi strategis tingkat tinggi Jerman, termasuk pesan-pesan yang sering kali ditandatangani Adolf Hitler. Informasi tersebut memberikan gambaran penting mengenai strategi, kekuatan, kelemahan, dan rencana taktis Jerman.
Menjelang akhir perang, Bletchley Park mengoperasikan 10 unit Colossus yang bekerja siang dan malam. Namun setelah perang berakhir, pemerintah memerintahkan sebagian besar mesin dihancurkan demi menjaga kerahasiaan operasi intelijen. Hanya dua unit yang diselamatkan.
Spectrum IEEE menyebut jika terobosan intelijen Colossus berhasil memperpendek perang bahkan hanya enam bulan, jumlah nyawa yang berhasil diselamatkan bisa mencapai jutaan orang.
Salah satu insinyur Flowers, Norman Thurlow, mengatakan bahwa mereka diberi tahu melalui memo internal bahwa jika suatu hari kerahasiaan dicabut, mereka mungkin akhirnya dapat menceritakan kepada cucu-cucu mereka tentang Colossus dan pita-pita yang berputar di atas roda-roda perak.
Kini, setelah puluhan tahun berada di balik kerahasiaan, Colossus akhirnya diakui sebagai tonggak penting dalam sejarah komputasi dunia.
Sebagai bentuk penghormatan, upacara penganugerahan IEEE Milestone dijadwalkan digelar pada 29 September 2026 di Bletchley Park, Inggris, markas pemecah sandi Inggris pada Perang Dunia II.
(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]


















































