Jakarta, CNBC Indonesia - Rusia melancarkan serangan gabungan skala besar terhadap Ukraina pada Minggu hingga Senin (15/6/2026). Merujuk militer Ukraina, Rusia menggunakan drone dan berbagai jenis rudal udara, laut, dan darat.
"Pertahanan udara Ukraina telah menghancurkan atau mengganggu 632 dari 681 aset udara," kata Angkatan Udara Ukraina, dikutip dari laman lokal Pravda.
"Kota Kyiv adalah target utama. Serangan rudal juga dilaporkan di Dnipro dan Kharkiv," muatnya.
"Secara total, pasukan pengawasan udara Ukraina mendeteksi 681 aset udara, khususnya 70 rudal dan 611 drone berbagai jenis," tambah laporan tersebut lagi.
Hal sama juga dimuat laman Reuters. Media itu menyebutkan empat tewas saat gereja Kyiv Pechersk Lavra, simbol sejarah spiritual dan budaya Ukraina, terbakar, dalam serangan udara Rusia tersebut.
Gereja Kyiv Pechersk Lavra di pusat kota, adalah sebuah situs Warisan Dunia UNESCO yang didirikan pada tahun 1051. Kepala administrasi militer ibu kota, menyebut gereja mengalami kerusakan serius akibat serangan langsung.
"Apa lagi yang harus dilakukan Antikristus Kremlin agar dunia menyadari bahwa tindakan tegas harus diambil sehingga teror Rusia terhadap Ukraina dan prinsip-prinsip perdamaian itu sendiri berakhir?" kata Kepala Gereja Ortodoks Ukraina, Metropolitan Epifaniy, mengatakan pada X.
Serangan baru ini terjadi setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan pada hari Minggu bahwa dia telah berbicara dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Keduanya membahas upaya untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung lebih dari empat tahun, menjelang pertemuan G7 di Prancis minggu ini.
"Serangan Rusia terhadap Kyiv-Pechersk Lavra membakar Katedral Dormisi - sebuah gereja yang sejarahnya berasal dari abad ke-11. Dan ini adalah salah satu kejahatan paling serius Rusia terhadap budaya Kristen hingga saat ini," kata Zelenskiy di X.
Saat kobaran api menjulang tinggi dilaporkan bagaimana warga berlindung di bawah tanah dalam serangan Rusia yang disebut terburuk sejak awal Juni itu. Disebut pula bagaimana drone dan rudal menghantam beberapa gedung apartemen bertingkat tinggi dan merusak saluran listrik, menyebabkan sekitar 140.000 warga tanpa listrik, menurut otoritas Kyiv.
(sef/sef)
Addsource on Google


















































