Jakarta -
Kondisi Jalan Teuku Nyak Arief, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (Jaksel), dikeluhkan karena gelap. Ternyata, 25 tiang penerangan jalan umum (PJU) padam akibat kabel dipotong.
Gelapnya Jalan Teuku Nyak Arief saat malam disampaikan warganet. Dalam video yang beredar di media sosial (medsos), dilaporkan PJU tak menyala sehingga Jalan Teuku Nyak Arief gelap di kedua arah.
Suku Dinas (Sudin) Bina Marga Jaksel menemukan kabel PJU telah jadi sasaran vandalisme. Petugas menemukan kabel PJU yang terputus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mengalami gangguan akibat maraknya aksi vandalisme yang terjadi di Jakarta Selatan, sehingga menyebabkan sebagian kabel jaringan terputus," kata Sudin Bina Marga Jaksel lewat akun Instagram @binamargajakartaselatan, Jumat (12/6/2026).
Petugas Sudin Bina Marga Jaksel memperbaiki PJU yang jadi sasaran vandalisme. (dok Bina Marga Jaksel)
"Kerusakan tersebut mengakibatkan sebanyak 25 tiang lampu PJU padam dan tidak dapat beroperasi sebagaimana mestinya," tambahnya.
Perbaikan Bertahap
Bina Marga lalu berkoordinasi dengan instansi lain untuk perbaikan PJU yang rusak. Belum diketahui pasti kabel PJU tersebut terputus karena hanya dipotong atau ada yang dicuri.
Setelah memperoleh izin pelaksanaan pekerjaan dari Transjakarta (TransJ), tim PJU Sudin Bina Marga Jaksel memperbaiki jaringan secara bertahap di lokasi.
"Hingga saat ini, pekerjaan perbaikan jaringan telah selesai dilaksanakan pada 6 gawang (bentang antar tiang), dan sebanyak 14 titik lampu telah berhasil dipulihkan sehingga kembali menyala," katanya.
Pemotongan kabel menyebabkan sebanyak 25 tiang lampu PJU padam. Petugas melakukan perbaikan bertahap (dok Bina Marga Jaksel)
Pekerjaan perbaikan masih terus dilakukan hingga seluruh jaringan penerangan dapat kembali berfungsi secara optimal demi kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Bina Marga mengajak seluruh pihak untuk menjaga fasilitas umum yang telah dibangun untuk kepentingan bersama.
"Hindari tindakan vandalisme dan turut berperan aktif dengan melaporkan apabila menemukan kerusakan fasilitas publik di lingkungan sekitar," imbaunya.
(jbr/mei)

















































