Proyek Flyover Latumenten Bikin Macet Parah, Pramono Minta Akses Jalan Dibuka

3 days ago 7

Jakarta -

Gubernur Jakarta Pramono Anung menyoroti kemacetan parah yang terjadi di sekitar proyek pembangunan flyover Latumenten, Jakarta Barat. Ia menginstruksikan Dinas Bina Marga untuk segera membuka akses jalan yang terdampak agar kemacetan tidak semakin parah.

"Yang flyover Latumenten memang kami juga menyadari tempat itu untuk mengurangi kemacetan di sana. Dan sekarang saya sudah minta kepada Bina Marga untuk memperluas akses supaya jalan yang ditutup itu bisa dibuka," kata Pramono di Kantor Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Kamis (26/2/2026).

Pramono berharap langkah tersebut dapat mengurai kepadatan lalu lintas yang dikeluhkan masyarakat. Ia menegaskan pembangunan infrastruktur tidak boleh berdampak pada kemacetan berkepanjangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi intinya mudah-mudahan dalam waktu dekat untuk Latumenten ini pembangunannya tidak membuat kemacetan yang semakin parah," ujarnya.

Selain kemacetan, proyek flyover Latumenten juga menjadi sorotan karena adanya dugaan pungutan liar (pungli) di sekitar lokasi. Pemprov DKI memastikan akan menindaklanjuti berbagai persoalan yang muncul selama proses pembangunan berlangsung.

Sebagaimana diketahui, dua Pak Ogah diamankan petugas gabungan di kolong tol sekitar proyek pembangunan flyover Grogol Latumenten, tepatnya di Jalan Makaliwe Raya,Jakarta Barat. Keduanya diduga melakukan pungutan liar (pungli) secara paksa kepada pengendara dan kerap memicu kemacetan.

Penertiban dilakukan setelah adanya aduan masyarakat yang disampaikan melalui anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth. Menindaklanjuti laporan tersebut, Kelurahan Grogol bersama sejumlah instansi langsung melakukan pengecekan dan penertiban di lokasi.

"Kegiatan ini merupakan respons cepat atas laporan warga sekaligus komitmen menjaga ketertiban umum, keamanan lingkungan, dan kenyamanan masyarakat di ruang publik," tulis akun resmi Instagram Kelurahan Grogol @kel.grogol, Kamis (26/2).

(bel/wnv)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |