Program Khitan Gratis Kemensos Bantu Anak Kurang Mampu di Bekasi

8 hours ago 4

Jakarta -

Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi menggelar khitanan gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Kegiatan ini berlangsung di Rumah Sakit Bhakti Husada Cikarang, Kabupaten Bekasi.

Sebanyak 10 anak Penerima Manfaat (PM) mengikuti kegiatan tersebut. Sejak pagi hari, anak-anak tampak tertib menunggu giliran. Raut wajah tegang bercampur gembira mewarnai suasana menjelang proses khitan.

Usai dikhitan, setiap anak menerima bingkisan berupa makanan ringan, sejadah, sarung, peci, tas serut, obat-obatan, hingga mainan. Program khitanan gratis ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Sosial dalam memperluas akses layanan kesehatan dasar sekaligus meringankan beban ekonomi keluarga kurang mampu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melalui kegiatan ini, negara hadir memastikan setiap anak tetap memperoleh haknya atas layanan kesehatan yang aman, layak, dan tidak terkendala biaya.

Di balik kegiatan tersebut, terselip kisah haru dari salah satu orang tua penerima manfaat, Jihad (25), yang mendampingi putra keduanya berinisial A (5).

Jihad menceritakan, semasa almarhum suaminya masih hidup, ia kerap mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Mulai dari bentakan, tindakan fisik, hingga perlakuan yang melukai dirinya dan anak-anaknya. Setelah sang suami meninggal dunia, ia harus berjuang sendiri untuk memenuhi kebutuhan keluarga kecilnya.

Tak hanya itu, anak pertamanya berinisial J juga mengalami perundungan sejak usia lima tahun di lingkungan belajar. J pernah diikat oleh teman-temannya hingga mengalami luka di kepala. Trauma yang dialami membuat J hampir berhenti sekolah karena ketakutan.

Perundungan terhadap kedua anak Jihad tidak hanya datang dari teman sebaya, tetapi juga dari lingkungan sekitar. Mereka kerap diejek lantaran tidak memiliki ayah. Kondisi tersebut meninggalkan luka batin yang cukup dalam dan memengaruhi kondisi psikis J dan A. Akibatnya, kedua anak itu kini lebih memilih berdiam diri di rumah dan enggan bermain dengan teman sebaya.

"Kalau saya dimaki-maki, ya sudah saya cuma bisa sabar. Memang saya orang tidak punya, orang susah, mau bagaimana lagi," tutur Jihad, dalam keterangan tertulis, Kamis (26/2/2026).

Meski hidup dalam keterbatasan, Jihad tetap berusaha memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia berjualan gorengan secara keliling.

Ketika mendapat informasi mengenai program khitanan gratis tersebut, Jihad segera mendaftarkan putranya. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut.

"Saya senang sekali, soalnya saya orang susah, makasih banyak, saya sangat bersyukur," tambahnya.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi layanan kesehatan bagi anak-anak, tetapi juga momentum refleksi bersama bahwa masih banyak keluarga yang berjuang dalam sunyi. Anak-anak berhak tumbuh di lingkungan yang aman dan nyaman.

Lihat juga Video: Heboh Hajatan Khitan 3 Ekor Kucing di Banyuwangi

(akn/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |