Pro Kontra Usul Gerbong Wanita Dipindah Usai Kecelakaan Kereta

3 hours ago 3
Jakarta -

Usulan gerbong kereta rel listrik (KRL) khusus wanita dipindahkan dari ujung memantik pro kontra. Usulan pemindahan gerbong wanita itu muncul usai insiden tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.

Usulan itu awalnya disuarakan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi. Dia mengusulkan agar gerbong KRL wanita diletakkan di tengah rangkaian kereta.

"Tapi dengan peristiwa ini, kita mengusulkan kalau bisa yang perempuan itu ditaruh di tengah," kata Arifah kepada wartawan seusai menjenguk korban di RSUD Bekasi, Selasa (28/4/2026).

Pada kecelakaan yang terjadi Senin (27/4), KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL yang menuju Cikarang dari belakang. Imbas kecelakaan tersebut, Arifah mengusulkan gerbong ujung depan dan belakang diisi penumpang pria.

"Jadi yang laki-laki di ujung. Depan belakang itu laki-laki, jadi yang perempuan di tengah gitu," kata dia.

Usulan tersebut ramai dibahas di media sosial (medsos) hingga legislator pria dan wanita. Pihak KAI sampai pihak pemerintah juga angkat bicara terkait usulan pemindahan gerbong KRL wanita tersebut.

Pascakecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, petugas gabungan terus melakukan penelusuran terhadap gerbong yang mengalami kerusakan parah, Selasa (28/4/2026). Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada korban yang masih tertinggal di dalam rangkaian kereta yang ringsek.Pascakecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, petugas gabungan terus melakukan penelusuran terhadap gerbong yang mengalami kerusakan parah, Selasa (28/4/2026). Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada korban yang masih tertinggal di dalam rangkaian kereta yang ringsek. (Foto: Nasywa Fauziah/detikcom)

Kecelakaan kereta itu menyebabkan 16 orang meninggal dunia dan 90 orang terluka. Seluruh korban merupakan perempuan karena lokomotif KA Argo Bromo Anggrek menabrak gerbong khusus perempuan yang ada di bagian paling belakang rangkaian KRL.

Respons Dirut KAI

PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyatakan tak membedakan tingkat keselamatan antara penumpang perempuan dan laki-laki di KRL. KAI menyatakan keselamatan merupakan hal utama.

Hal tersebut disampaikan Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam konferensi pers di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Rabu (29/4/2026). Dia kemudian menyatakan KAI mengutamakan keselamatan penumpang dengan tanpa membedakan penumpang laki-laki dan perempuan.

"Kami perlu menegaskan juga bahwa keselamatan ada prioritas utama kami. Kami tidak ada toleransi sama sekali untuk melanggar atau menurunkan tingkat keselamatan dari para pelanggan pengguna jasa PT Kereta Api Indonesia, baik itu gendernya laki-laki maupun gendernya perempuan," ujar Bobby.

Dia lalu menjelaskan soal posisi gerbong khusus perempuan yang posisinya ada di ujung depan dan belakang rangkaian KRL. Dia mengatakan gerbong wanita ada di ujung rangkaian KRL untuk kenyamanan dan kemudahan penumpang perempuan.

"Selama ini kami mengutamakan perempuan untuk tingkat kenyamanan dan kemudahan akses dan tentunya keamanan di dalam kereta juga," ujarnya.

. Rencananya, KRL Cikarang dan Bekasi Timur ditargetkan bisa beroperasi lagi siang ini.Dirut KAI Bobby Rasyidin (tengah) dalam konferensi pers di Stasiun Bekasi Timur (Kurniawan Fadilah/detikcom)

Dia menambahkan, selama ini gerbong khusus perempuan disiapkan untuk mencegah pelecehan seksual. Dia mengatakan posisi gerbong khusus perempuan ada di paling depan dan belakang karena paling dekat dengan petugas keamanan.

"Selama ini kami lakukan pemisahan itu karena ada beberapa aspek, aspek pertama adalah agar tidak terjadi harassment. Kedua adalah memberi kemudahan-kemudahan akses untuk para perempuan atau wanita juga. Ketiga adalah memberikan security yang lebih karena lebih dekat dengan penjaga di ujung," ucapnya.

Dia mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan untuk membenahi perlintasan kereta api dengan jalan. Dia mengatakan KAI akan melakukan perbaikan perlintasan resmi dan menutup perlintasan liar yang tak memenuhi syarat keselamatan.

Tanggapan Menko Infrastruktur

Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) merespons usulan agar gerbong KRL wanita dipindah ke tengah rangkaian imbas kecelakaan KA dengan KRL. Menurutnya, fokus masalah utama kecelakaan tersebut bukan di letak gerbong khusus wanita di ujung atau di tengah.

"Yang jelas adalah laki dan perempuan sama saja, tidak boleh menjadi korban dalam insiden apa pun," kata AHY kepada wartawan seusai menjenguk korban di RSUD Bekasi, Selasa (28/4).

Dia mengatakan pemerintah akan fokus memperbaiki sistem perkeretapian dan transportasi secara umum dengan memperhatikan faktor keselamatan dan kenyamanan penumpang.

"Jadi yang kita fokuskan adalah bukan perempuan dan lakinya tetapi bagaimana sistem transportasi kereta dan sistem transportasi publik lainnya ini aman, selamat, menghadirkan rasa aman, nyaman, dan juga safety first itu benar-benar bukan hanya menjadi jargon tapi benar-benar bisa kita terapkan dengan baik," imbuhnya.

Agus Harimurti Yudhoyono selaku Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) meninjau langsung lokasi pascakecelakaan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026). Kehadirannya di tengah proses penanganan darurat menunjukkan perhatian pemerintah terhadap keselamatan transportasi publik.Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono meninjau langsung lokasi pascakecelakaan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026) (Foto: Pradita Utama / detikfoto)

AHY menjelaskan, kasus KRL yang ditabrak kereta dari belakang belum pernah terjadi. Menurutnya banyak korban perempuan karena kebetulan gerbongnya berada di ujung.

"Jadi pasti ada concern mengapa justru yang paling rentan yang kita siapkan secara khusus selama ini gerbongnya, justru yang mendapatkan bisa dikatakan risiko yang paling tinggi," ungkap dia.

Saksikan Live DetikPagi :

(jbr/mei)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |