Jakarta, CNBC Indonesia - Pelatih tim nasional Korea Selatan, Hong Myung-bo, resmi mengundurkan diri dari jabatannya pada Minggu (28/6/2026), sehari setelah Taeguk Warriors tersingkir di fase grup Piala Dunia 2026. Keputusan itu diambil di tengah derasnya kritik publik, termasuk kecaman langsung dari Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung yang menuding banyak orang tidak kompeten di Timnas.
Hong Myung-bo, yang kini berusia 57 tahun, gagal membawa Korea Selatan lolos dari Grup A yang dihuni tuan rumah Meksiko, Afrika Selatan, dan Ceko. Padahal, Korea Selatan sebelumnya difavoritkan untuk melaju ke babak berikutnya.
Korea Selatan mengakhiri fase grup dengan tiga poin hasil satu kemenangan 2-1 atas Ceko. Namun, mereka kalah 0-1 dari Afrika Selatan dan Meksiko sehingga gagal melaju ke babak 16 besar.
Dalam konferensi pers di Meksiko melansir Yonhap News Agency, Hong mengaku selalu berusaha mengambil keputusan terbaik demi sepak bola Korea selama dua tahun terakhir.
"Selama dua tahun terakhir, setiap kali harus mengambil keputusan penting, memilih pemain, atau mempersiapkan latihan dan pertandingan, saya selalu bertanya kepada diri sendiri apakah ini pilihan yang tepat untuk sepak bola Korea," ujar Hong dikutip dari The Guardian, Senin (29/6/2026).
"Saya tidak bisa mengatakan semua keputusan yang saya buat selalu benar, tetapi saya bisa memastikan semuanya dibuat dengan mempertimbangkan kepentingan sepak bola Korea," lanjutnya.
Pengunduran diri Hong diumumkan hanya beberapa jam setelah Presiden Lee Jae Myung menyampaikan kritik keras terhadap kegagalan timnas. Dalam unggahannya di media sosial X, Lee menilai kegagalan tersebut tidak lepas dari penempatan orang-orang yang tidak kompeten di posisi kepemimpinan.
"Ketika loyalitas dan kepentingan kelompok lebih dihargai daripada kompetensi, dan orang-orang yang tidak kompeten ditempatkan pada posisi kepemimpinan, hasil seperti ini hampir tidak bisa dihindari," tulis Lee.
Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Korea Selatan atas hasil yang dianggap mengecewakan tersebut.
"Saya menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada masyarakat atas kekecewaan besar akibat hasil yang tidak dapat diterima ini. Kami akan segera mereformasi tata kelola olahraga agar hal seperti ini tidak terulang lagi," ujar Lee.
Sebelum Piala Dunia dimulai, Hong sebenarnya sudah mendapat banyak penolakan dari suporter dan media Korea Selatan. Sejak ditunjuk kembali sebagai pelatih pada Juli 2024, ia bahkan beberapa kali mendapat cemoohan saat laga kandang.
Salah satu keputusan Hong yang paling disorot adalah mencadangkan kapten sekaligus bintang Tottenham Hotspur, Son Heung-min, saat menghadapi Afrika Selatan. Dalam pertandingan itu Korea Selatan hanya membutuhkan hasil imbang untuk lolos ke fase gugur.
Namun, strategi tersebut justru menjadi bumerang setelah Korea Selatan kalah 0-1 dan dipastikan tersingkir. Meski mundur dari jabatannya, Hong berharap tim nasional Korea Selatan bisa kembali mendapatkan dukungan masyarakat.
"Saya akan selalu mendukung tim nasional dengan sepenuh hati dan berharap tim ini kembali dipercaya serta dicintai oleh masyarakat," kata Hong.
(hsy/hsy)
Addsource on Google


















































