Prediksi Pakar soal Sosok Penerus Ali Khamenei di Iran

3 hours ago 2
Jakarta -

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas akibat serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat (AS). Guru besar Hukum Internasional dari Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, memprediksi sosok pemimpin baru Iran setelah Khamenei syahid dalam perang.

"Saat ini saya dengar penggantinya adalah putra Ali Khameini. Namun kalau menurut konstitusi Iran, bila tidak ada Ayatollah, yang pegang kekuasaan adalah Presiden, Ketua MA dan seoarang wakil dari Mullah," kata Hikmahanto kepada wartawan, Senin (2/3/2026).

Seminar bertajuk Guru besar Hukum Internasional dari Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana. (Agung Pambudhy/detikcom)

Hikmahanto mengatakan situasi perang berpotensi berlangsung lama jika sosok pemimpin tertinggi Iran yang baru cukup keras melawan AS dan Israel. Namun, situasi justru terjadi sebaliknya jika pemimpin pengganti Khamenei mencegah bertambahnya korban jiwa dalam perang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bila ternyata pengganti Ali Khameini ternyata realistis dan tidak mau mengorbakan rakyatnya bisa saja mereka menyerah (terhadap AS dan Israel)," ujar Hikmahanto.

Hikmahanto kemudian mengungkit pola penggantian rezim oleh AS seperti yang terjadi pada Venezuela. Menurunya, sosok pengganti Khamenei bisa saja ialah pihak yang mau bekerja sama dengan Barat atau dari luar rezim Khamenei seperti putra mahkota atau keturunan shah terakhir Iran, Reza Pahlavi.

"Dan proses pergantian pemerintah akan terjadi. Bisa seperti Venezuela pihak yang menggantikan akan bekerja sama dengan AS dan Isrsel atau bisa diambil dari tokoh yang saat ini di luar Iran, seperti anak Syah Iran yaitu Reza Pahlevi," katanya.

Lebih lanjut, dia membeberkan syarat sosok pengganti Khamenei yang diharapkan Israel dan direstui AS. Menurutnya, tokoh itu harus mau bekerja sama dengan AS dan Israel, bahkan membuka kembali hubungan diplomatik dengan Israel.

"Kedua, mau memusnahkan pengembangan senjata nuklir dan pengembangan uranium. Ketiga, tidak akan lagi membiayai proxy yang melawan Israel yaitu Hamas Houti dan Hezbulloh," pungkasnya.

Diketahui, Khamenei tewas dalam perang yang dimulai oleh serangan Israel dan AS ke Iran. Selain Khamenei, sejumlah pejabat hingga putri dan cucu Khamenei juga tewas dalam serangan ini.

Sebagaimana diketahui, Presiden AS Donald Trump mengumumkan kematian Khamenei akibat serangan Israel dan AS di Iran pada Sabtu (28/2).

"Khameini, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati," kata Trump di jaringan media Social Truth miliknya, dilansir

Pada Minggu (1/3), Iran mengkonfirmasi tewasnya pemimpin tertinggi mereka, Ali Khamenei, akibat serangan tersebut. Iran juga mengumumkan masa berkabung selama 40 hari.

Dilansir CNN dan AFP, selain Khamenei, putri, menantu hingga cucu sang pemimpin tertinggi Iran itu juga tewas. Tak hanya itu, Komandan Garda Revolusi Iran Mohammad Pakpour dan Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh juga tewas.

(fca/imk)


Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |