Jakarta -
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta jajaran Satpol PP menindaklanjuti laporan terkait Taman Kota di kawasan Cawang, Jakarta Timur, yang diduga menjadi tempat asusila sesama jenis. Ia menegaskan ruang publik di Jakarta harus dijaga agar tetap aman dan berjalan sesuai fungsi.
"Kalau memang itu betul informasinya, saya segera tindak lanjuti. Saya akan meminta pada Satpol PP untuk membersihkan. Jakarta enggak boleh ada ruang tempat-tempat seperti itu," kata Pramono kepada wartawan di Pondok Pesantren Al Hamid Putra, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (28/2/2026).
Pramono menambahkan, penertiban tidak hanya dilakukan di satu lokasi, tetapi juga di taman-taman lain di Jakarta, termasuk yang beroperasi 24 jam. Pemprov DKI akan memperketat pengawasan agar fasilitas umum digunakan sebagaimana mestinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semuanya akan kita perlakukan ya. Termasuk nanti kami akan pasang CCTV untuk itu," ujarnya.
Sebelumnya, Taman Kota Cawang, Jakarta Timur, diduga menjadi tempat asusila sejumlah pria. Di dalamnya ditemukan benda-benda diduga digunakan dalam praktik asusila yang dilakukan.
Adapun benda-benda tersebut ditemukandetikcomsaat melakukan peliputan ke lokasi pada Sabtu (28/2). Mulanya,detikcommenemukan sebuah bungkusan alat kontrasepsi atau kondom berwarna merah dekat pohon besar di dalam taman.
Selanjutnya, ditemukan juga bungkusan gel atau pelumas bekas pakai. Kemudian ada juga berbagai macam kemasan tisu basah bertulisan Magicmax.
Lalu ditemukan pula alat kontrasepsi jenis kondom yang telah dipakai dan dibuang sembarangan ke tanah. Sementara, di sela-sela batang pohon yang patah, terdapat juga dua botol miras yang masih ada isinya dalam kondisi sudah terbuka tutupnya.
Terakhir, detikcom menemukan kemasan minuman atau suplemen penambah gairah seksual. Semua temuan ini ada dan berserakan di Taman Kota Cawang yang diduga menjadi lokasi asusila sejumlah pria.
(bel/eva)

















































