Prabowo Tegaskan BBM Subsidi Tak Naik: Kita Pertahankan untuk Rakyat Kecil

2 hours ago 1

Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto mengatakan pasokan BBM dalam negeri masih cukup kuat di tengah gejolak perang AS-Israel vs Iran. Prabowo menegaskan pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM subsidi.

Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan taklimat dalam rapat kerja pemerintah di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026). Prabowo mengatakan pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah menghadapi ancaman situasi krisis BBM dalam satu tahun ke depan.

"Sebagian langkah-langkah sudah kita umumkan untuk kita kendalikan konsumsi daripada bahan bakar untuk jangka pendek ini, yang saya anggap kritis adalah satu tahun ke depan ini, 12 bulan ke depan. Sesudah 12 bulan, kita akan menjadi sangat kuat. Nanti langkah-langkahnya kita jelaskan," kata Prabowo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prabowo mengatakan pasokan BBM dalam negeri tidak terlalu terdampak oleh penutupan Selat Hormuz oleh Iran. Menurutnya, pemerintah RI masih bisa mencari alternatif lain dalam mengamankan pasokan BBM dalam negeri.

"Tapi intinya sekarang kita siap, kita kuat dalam menghadapi satu tahun ini, kondisi, karena sumber-sumber minyak dan gas kita tidak terlalu banyak yang lewat Selat Hormuz. Kita bisa mencari alternatif lain selain kita punya kekuatan dalam negeri yang sangat kuat," ujarnya.

Prabowo pun memuji kinerja menteri-menteri sektor ekonomi mengenai hal itu. Dia mendapat laporan dari anak buahnya bahwa situasi pasokan cukup aman.

"Ada periode yang kita harus atasi bersama tapi kita terima kasih tim saya, menteri-menteri ekonomi saya, terima kasih. Mereka laporkan, 'Pak, tenang'," ujarnya.

Prabowo lantas menegaskan tidak akan ada kenaikan harga BBM subsidi. Di sisi lain, dia melarang orang-orang kaya mengonsumsi BBM subsidi yang hanya diperuntukkan buat rakyat miskin.

"Untuk BBM yang bersubsidi kita akan pertahankan untuk rakyat kecil, kita akan pertahankan untuk 80 persen rakyat kita. Tapi pada saatnya, yang orang-orang kuat, orang kaya, ya kalau mau pakai bensin yang mahal ya dia harus pakai harga pasar. Lu udah kaya minta subsidi lagi, ya nggaklah, yang kita bela rakyat miskin," katanya.

(fca/idn)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |