Potret Sungai Cisadane Tercemar, Warga Dihimbau Tak Konsumsi Air-Ikan

2 hours ago 2
Warga mencari ikan pada aliran Sungai Cisadane yang tercemar limbah di Kota Tangerang, Banten, Kamis (12/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Warga mencari ikan pada aliran Sungai Cisadane yang tercemar limbah di Kota Tangerang, Banten, Kamis. Aktivitas terjadi meski air sungai dilaporkan tercemar limbah. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Warga mencari ikan pada aliran Sungai Cisadane yang tercemar limbah di Kota Tangerang, Banten, Kamis (12/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Sebelumnya, kebakaran gudang pestisida di wilayah Tangerang Selatan (Tangsel) pada Senin menyebabkan pencemaran Sungai Cisadane. Dalam pantauan CNBC Indonesia, hingga kemarin, masih ditemukan ikan mati mengambang.  (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Warga mencari ikan pada aliran Sungai Cisadane yang tercemar limbah di Kota Tangerang, Banten, Kamis (12/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Pencemaran tersebut mendorong Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan mengonsumsi ikan yang mati akibat terpapar bahan kimia pestisida hingga. Larangan ini disampaikan karena adanya potensi bahaya dari ikan yang mati secara mendadak. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Warga mencari ikan pada aliran Sungai Cisadane yang tercemar limbah di Kota Tangerang, Banten, Kamis (12/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai juga diimbau agar tidak menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari karena berpotensi menyebabkan iritasi kulit dan mata, serta gangguan pernapasan jika uapnya terhirup. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Warga mencari ikan pada aliran Sungai Cisadane yang tercemar limbah di Kota Tangerang, Banten, Kamis (12/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Namun, masih dari pantauan CNBC Indonesia di sekitar Bendungan Pintu Air Sepuluh (Sangego), Kota Tangerang sejumlah warga masih tetap mencari ikan dengan cara menjaring  (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Warga mencari ikan pada aliran Sungai Cisadane yang tercemar limbah di Kota Tangerang, Banten, Kamis (12/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Sejumlah bangkai ikan yang mati akibat pencemaran pestisida masih terlihat pada tepi aliran Sungai Cisadane. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Warga mencari ikan pada aliran Sungai Cisadane yang tercemar limbah di Kota Tangerang, Banten, Kamis (12/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Salah satu warga yang menjaring ikan mengeluhkan bekurangnya ikan hasil tangkapan usai tercemar limbah. "Hasil tangkapan berkurang drastis, lebih dari setengahnya kalau dibanding sebelum tercemar limbah" katanya kepada CNBC Indonesia. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Warga mencari ikan pada aliran Sungai Cisadane yang tercemar limbah di Kota Tangerang, Banten, Kamis (12/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Menurut keterangan dari KLH, dikutip Jumat (13/2/2026), pencemaran di Sungai Cisadane dilaporkan telah meluas hingga 22,5 kilometer, meliputi wilayah Kota Tangsel, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang. Dampak yang teridentifikasi antara lain kematian berbagai biota akuatik, seperti ikan mas, ikan baung, ikan patin, ikan nila, dan ikan sapu-sapu. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Warga mencari ikan pada aliran Sungai Cisadane yang tercemar limbah di Kota Tangerang, Banten, Kamis (12/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

KLH juga telah mengambil sampel air di bagian hulu dan hilir Sungai Cisadane, serta mengumpulkan sepuluh sampel ikan mati untuk diuji di laboratorium. Pemeriksaan lanjutan juga akan dilakukan terhadap air Sungai Jaletreng, air tanah, serta biota perairan lainnya dengan melibatkan ahli toksikologi. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |