Jakarta - Polisi masih mendalami penyebab tabrakan kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Salah satu yang kini disorot adalah peran sistem sinyal dalam insiden tersebut.
"Kami masih melakukan pendalaman, termasuk kemungkinan dari sistem sinyal maupun komunikasi yang ada di lokasi kejadian," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Kamis (30/4/2026).
Untuk memastikan penyebab pasti, Polda Metro Jaya menggandeng Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri. Tim forensik akan meneliti berbagai aspek teknis, termasuk kelistrikan dan sistem operasional kereta.
"Puslabfor turun untuk melihat apakah ada faktor kelistrikan atau gangguan lain yang mempengaruhi sistem perjalanan kereta," ujarnya.
Selain itu, polisi juga telah memeriksa sejumlah pihak yang berkaitan langsung dengan operasional kereta. Di antaranya petugas pengatur perjalanan kereta api (PPKA), petugas sinyal, masinis KRL, masinis KA Argo Bromo Anggrek, hingga pengendali perjalanan.
"Pemeriksaan masih berlangsung di Manggarai. Total saksi yang sudah diperiksa 24 orang, dan hari ini ada tambahan tujuh orang yang dimintai keterangan," ucapnya.
Budi menegaskan, penyidikan dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap apakah kecelakaan dipicu oleh faktor teknis, human error, atau kombinasi keduanya.
Status hukum kasus ini sendiri sudah naik ke tahap penyidikan. Polisi menemukan adanya unsur pidana setelah dilakukan gelar perkara.
Sebagaimana diketahui, KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam. Peristiwa itu menyebabkan 16 orang meninggal dunia dan 90 orang lainnya terluka.
Saat kecelakaan, taksi Green SM sempat terhenti di tengah rel kereta api yang tak jauh dari Stasiun Bekasi Timur karena masalah korsleting. Taksi itu kemudian tertemper KRL yang melaju dari Cikarang ke arah Jakarta. KRL yang terlibat kecelakaan dengan taksi itu kemudian terhenti di tengah rel.
Di sisi lain, ada KRL arah Cikarang yang terhenti di Stasiun Bekasi Timur imbas insiden antara KRL arah Jakarta dan taksi Green SM. KRL yang terhenti di Stasiun Bekasi Timur inilah yang kemudian ditabrak KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah Jakarta.
Tonton juga video "RSUD Bekasi Terima 2 Pasien Baru Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Timur"
(bel/wnv)


















































