Jakarta -
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah, S.E., M.M., menyampaikan dukungan penuh dan koordinasi solid jajaran Sekretariat Jenderal MPR RI menjadi kunci sukses kunjungan Pimpinan MPR RI ke Provinsi Aceh dalam rangka penyaluran bantuan kemanusiaan.
Perempuan yang akrab disapa Titi menjelaskan kunjungan tersebut merupakan hasil rapat pimpinan yang memutuskan penyerahan 30 ribu paket bantuan kepada masyarakat terdampak bencana di delapan kabupaten di Aceh. Bantuan tersebut terdiri atas 15 ribu paket sembako dan 15 ribu paket alat ibadah.
"Begitu keputusan pimpinan diambil, kami langsung berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Aceh dan mengirim tim advance untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai rencana," ujar Titi, dalam keterangan tertulis, Kamis (12/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, pada Selasa (10/2), Pimpinan MPR RI melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh untuk menyerahkan bantuan kepada delapan kabupaten terdampak bencana, yakni Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Tengah, Aceh Utara, Pidie Jaya, Gayo Lues, Bener Meriah, dan satu wilayah lainnya di Aceh.
Rombongan dipimpin Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani bersama para Wakil Ketua MPR RI, yaitu Bambang Wuryanto, Hidayat Nur Wahid, Eddy Soeparno, Edhie Baskoro Yudhoyono, serta Abcandra Muhammad Akbar Supratman.
Penyaluran bantuan turut didampingi Menteri Dalam Negeri RI sekaligus Kepala Satuan Tugas Percepatan Pembangunan dan Pemulihan Pascabencana Wilayah Sumatera, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh, Jenderal Polisi (Purn) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D.
Hadir pula Ketua Badan Sosialisasi MPR RI Ir. Abraham Paul Liyanto dan Ketua Kelompok DPD untuk MPR RI Dr. Dedi Iskandar Batubara. Jajaran Sekretariat Jenderal MPR RI yang mendampingi antara lain Plt Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah, Deputi Bidang Administrasi MPR RI Heri Herawan, serta Kepala Biro Sekretariat Pimpinan MPR RI Agus Subagyo.
Lebih lanjut, Titi menjelaskan kunjungan tersebut merupakan hasil rapat pimpinan yang memutuskan penyerahan 30 ribu paket bantuan kepada masyarakat terdampak bencana di delapan kabupaten di Aceh. Bantuan tersebut terdiri atas 15 ribu paket sembako dan 15 ribu paket alat ibadah.
Ia menuturkan bantuan yang sebelumnya telah didistribusikan ke masing-masing kabupaten tersebut, secara simbolis diserahkan dalam acara di Kantor Pemprov Aceh. Bantuan itu diterima langsung oleh Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, S.E.
Menurutnya, koordinasi dilakukan secara intensif dengan Gubernur Aceh beserta jajaran pemerintah daerah, termasuk penyesuaian lokasi kegiatan yang akhirnya diputuskan berlangsung di Kantor Gubernur Aceh. Pada hari pelaksanaan, Wakil Gubernur hadir mewakili gubernur untuk menerima rombongan Pimpinan MPR RI.
Ia mengatakan seluruh aspek teknis dipersiapkan secara matang. Para pimpinan MPR RI mendapat dukungan keberangkatan menggunakan pesawat TNI AU.
Selain itu, persiapan juga mencakup penyusunan alur acara, mekanisme penyerahan bantuan, daftar undangan, hingga pengaturan waktu yang ketat. Kunjungan yang semula dijadwalkan pada 9 Februari kemudian disesuaikan menjadi 10 Februari. Moda transportasi yang awalnya direncanakan menggunakan pesawat komersial juga diubah demi efektivitas waktu.
"Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dalam satu hari. Kami harus memastikan semua agenda berjalan tepat waktu karena ada batasan jadwal penerbangan kembali. Alhamdulillah, seluruh kegiatan berlangsung on schedule," jelasnya.
Ia memastikan bantuan telah sampai ke masing-masing kabupaten penerima. Prosesi penyerahan dilakukan secara simbolis di Kantor Gubernur Aceh, sementara distribusi bantuan telah lebih dahulu dikirimkan ke delapan kabupaten tersebut. Untuk menjaga transparansi, kegiatan itu juga disiarkan secara daring agar dapat disaksikan para pihak terkait.
Selain agenda penyerahan bantuan, rombongan Pimpinan MPR RI juga bersilaturahmi dengan para ulama dan mengunjungi Pondok Pesantren Dayah Mahyal Ulum Al Aziziyah. Kunjungan tersebut menjadi bentuk penghormatan atas peran tokoh agama dalam membantu masyarakat bangkit pascabencana.
Kunjungan tersebut disambut Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh sekaligus Pimpinan Dayah Mahyal Ulum Al-Aziziyah, Sibreh, Aceh Besar, Tgk. H. Faisal Ali.
Sejumlah ulama kharismatik Aceh turut hadir, di antaranya Waled Nuruzzahri dan Syekh Hasanol Basry (Abu Mudi), Wakil Ketua MPU Aceh Prof. Dr. Tgk. H. Muhibbuththabary, serta Wakil Ketua I PWNU Aceh Tgk. H. Iskandar Zulkarnaen. Hadir pula para pimpinan dayah dari Aceh Besar dan Banda Aceh.
"Kami ingin merangkul para ulama. Aceh memiliki kekuatan religius yang sangat kuat, dan para ulama turut berperan besar dalam menyemangati masyarakat saat bencana terjadi," katanya.
Solidaritas Tanpa Batas
Titi menambahkan keberhasilan kegiatan tersebut tidak lepas dari semangat kebersamaan dan dedikasi seluruh pegawai Sekretariat Jenderal MPR RI dari berbagai biro terkait.
Mulai dari Bidang Administrasi, Bidang Pengkajian dan Pemasyarakatan Konstitusi, Biro Sekretariat Pimpinan, Biro Sumber Daya Manusia, Biro Perencanaan dan Keuangan, Biro Hubungan Masyarakat dan Sistem Informasi, Biro Umum, Biro Pengkajian Konstitusi, hingga Biro Persidangan dan Pemasyarakatan.
"Koordinasi tidak boleh putus. Kami harus menjadi satu tim dengan satu tujuan, yaitu suksesnya acara. Bahkan ada pegawai yang membantu mengatur lalu lintas dan parkir, hal-hal di luar tugas formalnya, demi memastikan kegiatan berjalan lancar," ujarnya.
Melihat langsung kondisi masyarakat Aceh, ia mengaku optimistis daerah tersebut mampu bangkit kembali. Ia menilai semangat dan ketangguhan masyarakat Aceh, seperti yang ditunjukkan pascatsunami, menjadi modal kuat untuk pulih dari bencana.
"Aceh pernah porak-poranda karena tsunami, tetapi mampu bangkit. Saya yakin kali ini pun Aceh akan kembali pulih. Ini bukan hanya perjuangan masyarakat Aceh, tetapi seluruh rakyat Indonesia yang bahu-membahu membantu," tuturnya.
Ia berharap semangat ketahanan dan daya juang masyarakat Aceh dapat menjadi inspirasi bagi seluruh bangsa agar tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai ujian.
"Jangan pernah putus asa. Jika Aceh bisa bangkit dari bencana besar, maka kita semua pun harus memiliki semangat yang sama untuk terus bertahan dan bangkit," pungkasnya.
(ega/ega)















































