Jakarta, CNBC Indonesia - Program cetak sawah dan optimasi lahan (oplah) di Kabupaten Merauke, Papua Selatan mendapat respons dari petani di wilayah itu.
Dikatakan, kedua program itu mendorong semakin terjangkaunya harga beras dan produksinya meningkat. Bahkan, sudah sama seperti harga di Pulau Jawa. Seperti disampaikan Fransiskus Gebze, petani sekaligus pemilik tanah ulayat di Kabupaten Merauke.
Kata dia, kedua progam itu memberikan dampak nyata terhadap ketersediaan beras di Merauke, sehingga masyarakat kini dapat membeli beras dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan sebelumnya.
"Sekali lagi saya katakan harga beras di sini (Merauke) sudah stabil. Mengapa? Karena produksi gabah terus meningkat seiring lahannya diperluas," kata Fransiskus dalam keterangan dirilis Kementerian Pertanian (Kementan), dikutip Senin (22/6/2026).
Fransiskus menambahkan, masyarakat Papua Selatan kini dapat menikmati harga beras yang semakin kompetitif dan mendekati harga di Pulau Jawa. Bahkan, untuk beras premium, harga jualnya berada di kisaran Rp15 ribu per kilogram dari sebelumya 20 ribu perkilogram.
"Sudah sama dengan Pulau Jawa. Dan sekarang masyarakat menikmatinya," katanya.
Program cetak sawah dan optimalisasi lahan yang terus digencarkan pemerintah di Merauke diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi pangan nasional, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan di wilayah timur Indonesia serta menjaga stabilitas harga beras bagi masyarakat.
"Sekali lagi saya pastikan produksi di Papua Selatan meningkat dan harga beras stabil seperti halnya di pulau Jawa," pungkasnya.
Petani sekaligus pemilik hak tanah ulayat di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Fransiskus Gebze. (Dok. Kementan) Foto: Petani sekaligus pemilik hak tanah ulayat di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Fransiskus Gebze. (Dok. Kementan)
(dce/dce)
Addsource on Google
















































