Menteri PAN-RB Rini Widyantini dan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh kompak memberikan pesan terbuka kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) di seluruh Indonesia. Ada apa gerangan?
Pesan itu disampaikan keduanya lewat media sosial. Mulanya Rini terlebih dahulu mengunggah surat terbuka berisi pesan kepada ASN. Kemudian menyusul Zudan memberikan pesan terbuka kepada ASN.
Pesan itu disampaikan Rini dan Zudan selang beberapa hari setelah keduanya menghadiri rapat kerja bersama Komisi II DPR. Dalam rapat itu, turut dibahas mengenai KPI (key performance indicator) atau indikator kinerja bagi seluruh ASN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Surat Terbuka Rini
Pada Sabtu (17/7), MenPAN-RB Rini Widyantini tiba-tiba mengunggah surat tertulis tangan dari dirinya untuk seluruh ASN. Melalui surat itu, ia memberikan apresiasi atas kinerja ASN dan berpesan tetap melayani meski tidak semua orang melihat.
Surat itu ditulis Rini dan diunggah di akun Instagramnya @menpanrb. Dalam keterangan unggahannya, Rini menyampaikan pesan hormat kepada seluruh ASN.
"Untuk seluruh ASN yang saya cintain dan banggakan. Melalui pesan ini, saya ingin menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada seluruh ASN yang setiap hari terus bekerja melayani masyarakat," kata Rini.
Rini pun berpesan agar ASN terus menjaga integritas dan tetap menguatkan semangat pengabdian. Ia berharap ASN tetap melayani masyarakat meskipun tidak semua orang melihat.
"Teruslah menjaga integritas, menguatkan semangat pengabdian dan menjadi kebanggaan Indonesia," ujarnya.
Berikut isi surat yang ditulisnya untuk seluruh ASN:
Kepada seluruh Aparatur Sipil Negara di penjuru Indonesia, yang saya cintai dan banggakan
Hari ini saya ingin menyapa anda sebagai sesama manusia yang sedang mengemban amanah besar. Saya tahu, tidak semua hari terasa mudah. Ada yang bekerja dengan keterbatasan. Ada yang menghadapi ekspektasi masyarakat yang tinggi. Ada yang harus tetap tersenyum melayani, meskipun sedang menyimpan lelah, rindu keluarga, atau persoalan pribadi.
Namun setiap pagi, Anda tetap mengenakan seragam Pengabdian. Tetap membuka ruang pelayanan. Tetap menjawab kebutuhan masyarakat. Tetap hadir. Dan ketahuilah, kehadiran itu berarti amanah dan ibadah. Mungkin tidak semua kerja keras Anda mendapat tepuk tangan. Mungkin tidak semua pengorbanan menjadi berita.
Namun setiap anak yang mendapat pendidikan lebih baik, setiap pasien yang dilayani dengan tulus, setiap bantuan yang sampai kepada masyarakat, setiap jalan yang dibangun, setiap data yang dikelola dengan benar, semuanya adalah wajah nyata negara yang bekerja.
Negara hadir melalui tangan-tangan Anda. Di tengah berbagai tantangan dan juga peluang lompatan besar Indonesia yang kita hadapi hari ini, saya ingin mengajak kita semua tetap fokus arah untuk menjalankan amanah besar dari Negara yang kita cintai..
Tantangan jadikan booster untuk terus semangat melayani. Justru saat tantangan besarlah profesionalisme dibuktikan, dan pengabdian menemukan maknanya. Sejarah bangsa ini tidak dibangun oleh mereka yang bekerja hanya ketika keadaan mudah.
Sejarah dibangun oleh mereka yang tetap berdiri, tetap bekerja, dan tetap percaya bahwa kebaikan yang dilakukan hari ini akan menjadi warisan bagi generasi berikutnya
Saya percaya masih sangat banyak aparatur yang bekerja dalam diam, tanpa sorotan, tanpa pujian, tetapi dengan dedikasi yang luar biasa. Mereka adalah wajah Indonesia yang sesungguhnya.
Teruslah menjadi ASN yang berAKHLAK. Teruslah menjaga integritas, meningkatkan kompetensi, saling menguatkan, dan menghadirkan pelayanan yang semakin berkualitas.
Semangat Bangga Melayani Bangsa menjadi fondasi budaya bekerja ASN dalam memberikan pelayanan terbaik kepada bangsa dan negara kita tercinta.
Mari kita buktikan bahwa birokrasi bukan sekedar menjalankan administrasi, tetapi menjadi kekuatan yang menghadirkan harapan.
Terima kasih atas dedikasi, kesabaran dan ketulusan Anda semua.
Tetaplah menjadi cahaya. Tetaplah melayani, bahkan ketika tidak semua orang melihat.
Karena Indonesia yang maju tidak lahir dari kerja satu orang, tapi dari jutaan ASN yang memilih untuk tetap mengabdi dengan hati.
Teruslah melayani
Teruslah menginspirasi
Teruslah menjaga Indonesia
18 Juli 2026
Salam hangat
RINI WIDYANTINI
Pesan Kepala BKN
Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh kemudian turut menyampaikan pesan khusus kepada para ASN seantero negeri. Zudan mengajak seluruh ASN terus mengabdi untuk masyarakat Indonesia meski bekerja dalam senyap.
Pesan itu disampaikan Zudan melalui akun Instagram resmi BKN dilihat, Minggu (19/7). Zudan meminta para ASN menyadari kerja-kerja mereka semata untuk memastikan negara terus hadir untuk masyarakat.
"Melalui pesan ini, Kepala BKN Prof. Zudan mengajak kita untuk menyadari bahwa mulai dari ruang kelas, puskesmas, laboratorium, kantor pelayanan, hingga lapangan, jutaan ASN bekerja dalam senyap demi memastikan negara terus hadir untuk masyarakat. 6,7 juta ASN, 6,7 juta cara mencintai Indonesia," demikian keterangan unggahan tersebut.
Foto yang diunggah BKN itu berisi tulisan pesan Zudan. Zudan mengatakan pentingnya peran ASN dalam melakukan pengabdian untuk masyarakat meski kerja-kerjanya luput dari lampu sorotan.
"Pengabdian yang sunyi, bangsa yang bertumbuh. Tak semua karya ASN disorot lampu panggung. Namun di ruang kelas yang sunyi, di balik meja pelayanan, di setiap laporan yang diteliti dengan saksama di situlah denyut sebuah bangsa dijaga tetap hidup," katanya.
"Guru, bidan, Satpol PP, peneliti, perawat, dokter, dan lainnya. 6,7 juta ASN adalah 6,7 juta cara mencintai Indonesia. Melangkahlah, Allah SWT meridhoi setiap karya yang tulus untuk negeri," katanya.
Ketua Komisi II DPR Soroti Mentalitas Sebagian ASN
Sebelum itu, Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda menyampaikan pernyataan tentang ASN yang menuai komentar luas dan percakapan di media sosial. Beragam tanggapan muncul atas pernyataan Rifqinizamy.
Dia awalnya meminta agar KPI ASN ditingkatkan guna memperbaiki kualitas hasil kerja mereka.
"Kita ke depan mungkin, Ibu MenPAN-RB dan Bapak Ibu sekalian yang hadir di ruangan ini, perlu meningkatkan sedikit KPI (key performance indicator) kepada seluruh birokrasi kita, ASN kita, apakah itu pegawai negeri sipil (PNS) termasuk pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK)," ujar Rifqinizamy dalam rapat kerja bersama KemenPAN-RB, BKN, LAN di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Politikus Partai NasDem ini menyoroti digitalisasi yang telah dilakukan tidak meningkatkan performa. Dia menilai mentalitas ASN-nya belum berubah meskipun ada digitalisasi.
"Ekosistem digitalnya belum berubah, mentalitas sumber daya manusianya nggak berubah, masih ngabsen, pulang, ngopi, sore ngabsen lagi," sebutnya.
Lebih lanjut, Rifqinizamy juga menyinggung besarnya beban anggaran daerah untuk gaji pegawai. kondisi itu, menurut dia, berpotensi mengurangi anggaran untuk pelayanan kebutuhan masyarakat lainnya.
"Kalau kita pertahankan terus, kita memanusiakan para ASN, termasuk PPPK di dalamnya, tapi pada sisi yang lain kita sedang zalim dengan rakyat yang lebih membutuhkan. Sekolah nggak bisa diperbaiki, kesehatan nggak bisa diurus, jalan rusak nggak bisa kita apa-apain," tuturnya.
Saksikan Live DetikPagi :
(fca/knv)

















































