Jakarta, CNBC Indonesia - OpenAI menyebut Anthropic, perusahaan pesaing utamanya, hanya perusahaan dengan peluang pertumbuhan dan sumber daya yang terbatas.
Dalam surat kepada investor yang dikutip oleh CNBC Internasional, OpenAI menyebut Anthropic diperkirakan hanya bisa meningkatkan "daya komputasi" mereka menjadi 7-8 GW pada 2027 atau jauh lebih kecil dari rencana OpenAI memiliki 30 GW pada 2030.
"Bahkan di level paling tinggi dari kisaran tersebut, landasan kita ada di depan dan makin lebar," kata OpenAI.
Popularitas Anthropic, perusahaan pencipta chatbot Claude, mulai menyaingi OpenAI yang selama ini menjadi perusahaan terdepan dengan ChatGPT-nya. Valuasi kedua perusahaan diperkirakan melampaui US$ 1 triliun dan sama-sama berencana melakukan IPO pada tahun ini.
Namun, keduanya masih harus berusaha keras meyakinkan investor tentang kemampuan mereka bersaing dengan raksasa teknologi berkantong tebal seperti Google dan Meta yang juga mengembangkan teknologi AI sendiri.
Pendiri Anthropic adalah mantan karyawan OpenAI, Dario Amodei. Amodei mendirikan Anthropic pada 2021 setelah hengkang bersama beberapa peneliti AI lain dari OpenAI.
Anthropic yang memiliki keunggulan dari OpenAI sebagai penyedia teknologi untuk korporasi, baru-baru ini meluncurkan model AI baru bernama Project Glasswing. Project Glasswing adalah bagian dari pengembangan teknologi keamanan siber berbasis AI untuk menghadapi serangan AI.
Dalam surat kepada investor, OpenAI menyoroti pernyataan Amodei tentang strategi konservatif pembangunan sumber daya Anthropic.
"Setiap generasi infrastruktur baru, membuat kita bisa melatih model AI dengan kemampuan lebih baik. Algoritma yang lebih baik dan pengembangan perangkat keras, mengurangi biaya untuk tiap token, menurunkan biaya per unit kecerdasan," kata OpenAI.
OpenAI menyatakan infrastruktur dan model yang lebih baik juga menurunkan biaya operasional sehingga meningkatkan pendapatan perusahaan.
"Keunggulan ini membuat OpenAI bisa terus mendemokratisasi AI dengan membuat perangkat kami tersedia untuk ratusan juta orang secara gratis," kata OpenAI.
(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]


















































