Perang Cadangan Emas Dimulai: China Borong, Filipina Obral

2 hours ago 1

Kanthi Malikhah,  CNBC Indonesia

13 February 2026 19:40

Jakarta, CNBC Indonesia - Emas disebut sebagai safe haven karena mampu menjaga nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global. Oleh karena itu, dalam lima tahun terakhir cadangan emas dunia menunjukkan dinamika yang kuat, karena banyak negara yang mengubah strategi manajemen cadangan devisa mereka.

Data terbaru menunjukkan adanya gelombang besar pembelian emas oleh banyak bank sentral, sementara sejumlah negara justru memangkas cadangan emas mereka sebagai respons terhadap kebutuhan fiskal domestik maupun rebalancing portofolio.

Negara Paling Banyak Membeli Emas

China memimpin penambahan emas global, mendiversifikasi cadangan devisanya di luar dolar AS sebagai respon strategi jangka panjang. Di belakangnya, negara-negara Eropa seperti Polandia mencatat kenaikan signifikan, mencerminkan pendekatan yang lebih agresif terhadap stabilitas moneter.

India dan Turki termasuk di antara pemimpin pembelian karena tekanan inflasi dan upaya mengurangi volatilitas nilai tukar, membuat emas tetap menjadi aset cadangan yang menarik.

Negara Paling Banyak Menjual Emas

Beberapa negara justru mencatat pengurangan kepemilikan emas sejak 2020, sering kali karena kebutuhan likuiditas atau strategi rebalancing ekonomi.

Filipina mencatat penurunan terbesar dalam cadangan emas, sebuah indikasi bahwa negara tersebut menjual sebagian bullionnya untuk memenuhi kebutuhan fiskal atau cadangan likuid lainnya selama periode tekanan ekonomi.

(mae/mae)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |