Bogor -
Salah satu anggota komplotan perampok bermodus investasi bodong di wilayah Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat, sempat berupaya mengelabui korban. Pelaku berpura-pura diikat oleh pelaku lainnya.
Kapolsek Babakan Madang AKP Trias Karso Yuliantoro menjelaskan awal mula peristiwa itu terjadi. Awalnya, korban pria berinisial T dihubungi oleh pelaku MF untuk menyiapkan uang dengan iming-iming investasi.
"Kemudian korban T menyiapkan dana tersebut bersama teman-temannya terkumpul sejumlah kurang lebih Rp 125 juta," kata Trias, Selasa (7/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keduanya kemudian bertemu di lokasi yang dijanjikan. Masing-masing dari mereka mengendarai mobil. Setelah uang yang dijanjikan ada, keduanya segera menuju lokasi lainnya.
"Begitu mereka menuju TKP di tengah jalan terduga pelaku saudara MF sempat berhenti di jalan kemudian ikut bergabung dengan korban T satu mobil. Berarti ikut di dalam mobil Xpander warna hitam," jelasnya.
Setelah tiba di lokasi, datang kendaraan mobil Calya berwarna hitam mengadang korban. Kemudian turun lima orang dari dalam mobil tersebut menghampiri keduanya dan mengeksekusi korban.
"Korban T dibawa keluar dari pengemudi kemudian korban T mengalami kekerasan fisik langsung diinjak-injak sama terduga pelaku F dan R sambil menodongkan senjata yang diduga airsoft gun," ucapnya.
"Kemudian dua tersangka terduga pelaku lainnya membuka pintu tengah melakukan pengikatan tangan terduga pelaku MF," tambah dia.
Pelaku MF berpura-pura menjadi korban dan bersandiwara dengan cara diikat tersebut. Kemudian pelaku berinisial YS mengambil uang yang sudah dikumpulkan korban.
"Kemudian setelah itu mereka langsung meninggalkan TKP (tempat kejadian perkara) berikut dengan terduga pelaku MF yang bersama-sama korban tadi sebelumnya, saudara T," sebutnya.
4 Pelaku Ditangkap
Sebelumnya, polisi menangkap komplotan perampok bermodus investasi bodong di wilayah Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat. Sebanyak empat pelaku ditangkap oleh penyidik.
"Penyelidikan kami berhasil mengamankan empat orang terduga pelaku," kata Kapolsek Babakan Madang AKP Trias Karso Yuliantoro.
Korban seorang pria berinisial T dirampok oleh pelaku pada Kamis, 18 Maret 2026, di Desa Cijayanti. Keempat pelaku diketahui memiliki peran yang berbeda dalam kasus itu.
"Yang pertama terduga pelaku MF berperan sebagai pencari korban atau pasien. Yang kedua, terduga pelaku YS berperan mengambil uang. Ketiga, terduga pelaku N berperan menyediakan kendaraan Calya warna hitam. Keempat, terduga pelaku A berperan sebagai pembantu atau driver untuk para pelaku," sebutnya.
"Saat ini seluruh terduga pelaku dari hasil pemeriksaan statusnya sudah dinaikkan tersangka dengan dasar alat bukti yang cukup," tambah Trias.
(rdh/azh)


















































