Pemprov Banten Akan Hapus Jurusan SMK yang Dianggap Penyumbang Pengangguran

3 hours ago 2

Serang - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten sedang mengevaluasi penjurusan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Mereka akan menutup jurusan yang dianggap jenuh atau yang memiliki serapan kerja rendah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten, Jamaluddin, mengatakan banyak lulusan dari jurusan tertentu yang tidak terserap oleh dunia kerja. Lulusan tersebut akhirnya menjadi penyumbang tingkat pengangguran di Provinsi Banten.

"Jurusan-jurusan yang jenuh itu seperti sekretaris, ketatausahaan, termasuk akuntansi dan TKJ (Teknik Komputer dan Jaringan). Itu sekarang sudah terlalu banyak, dan jadi penyumbang pengangguran," ujar Jamaluddin kepada wartawan, Jumat (8/5/2026).

Jamaluddin menyampaikan tidak ragu untuk menghapus jurusan tersebut dan menggantinya dengan program yang dibutuhkan industri di Banten. Namun, Jamaluddin belum menyampaikan kapan kebijakan penghapusan ini akan dilakukan.

"Nanti jurusan-jurusan jenuh itu akan kita evaluasi, kita kurangi, bahkan bisa kita hilangkan. Kita ganti dengan jurusan yang lebih produktif," katanya.

Dia menjelaskan saat ini Pemprov Banten mulai mendorong jurusan berbasis keterampilan teknis yang memiliki daya serap kerja tinggi. Salah satunya, adalah pengelasan atau welding dengan spesifikasi tertentu yang dibutuhkan oleh industri.

"Ada kebutuhan ratusan ribu tenaga kerja untuk bidang pengelasan. Bahkan ada pengelasan kapal sampai pengelasan bawah air yang gajinya bisa mencapai Rp 20 juta sampai Rp 30 juta di Jepang," ungkapnya.

Selain pengelasan, kata Jamaluddin, sektor kuliner juga dinilai masih memiliki prospek besar karena terus berkembang dan membutuhkan banyak tenaga kerja terampil.

Jamaluddin pun melihat peluang kerja di kawasan industri Cilegon. Menurutnya, perusahaan-perusahaan industri kimia dan manufaktur berat membutuhkan lulusan SMK dengan kemampuan teknis tertentu.

"Perusahaan-perusahaan di Cilegon sana misalnya, saat ini membutuhkan tenaga kerja dengan kemampuan teknis, terutama yang berkaitan dengan industri kimia dan manufaktur berat. Jadi banyak kebutuhan akan tenaga kerja teknis itu yang sekarang sedang kita dorong," kata Jamaluddin.

Saksikan Live DetikSore:

(aik/zap)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |