Peluncuran 'Jawa Timur Bersinar', Kepala BNN Bicara Satu Komando Lawan Narkoba

2 hours ago 3

Jakarta -

Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto menghadiri peluncuran 'Jawa Timur Bersinar' di Balai Budaya, Surabaya, Jawa Timur. Acara ini dihadiri Menteri Desa-PDT Yandri Susanto hingga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Dalam acara yang digelar, Jumat (13/2/2026), Suyudi menilai komitmen Pemprov Jatim dalam peluncuran ini merupakan langkah strategis dalam mendukung layanan BNN di kabupaten/kota. Adapun BNNK baru menjangkau 34% dari total 514 wilayah di Indonesia.

"Jawa Timur mencatatkan diri sebagai provinsi pertama di Indonesia yang mendeklarasikan diri sebagai 'Provinsi Bersinar', menyatukan seluruh kabupaten/kota dalam satu komando perlawanan terhadap narkoba," ujar Suyudi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian, Suyudi berbicara bahwa ada 175 narkotika jenis baru yang masuk ke Indonesia. Salah satunya liquid vape isi narkoba yang kini sudah ditetapkan sebagai narkotika golongan II.

"Fenomena viral penggunaan gas nitrous oxide/gas whip pink di kalangan remaja bukan sekadar kenakalan biasa, melainkan ancaman serius yang memicu kerusakan saraf permanen, hipoksia, hingga kematian mendadak," katanya.

Lalu, Suyudi juga mengatakan bahwa secara geografis, Jatim memiliki kerawanan narkotika tinggi sebagai pintu gerbang timur Pulau Jawa. Yakni dengan garis pantai panjang dan banyaknya 'pelabuhan tikus' yang menjadi celah modus penyelundupan ship to ship.

"Data lapangan menunjukkan ketimpangan di Jawa Timur: dari 38 kabupaten/kota, baru 18 yang memiliki BNNK, dan hingga 2025 baru terbentuk 265 'Desa Bersinar' dari total 8.494 desa," ujarnya.

Sementara, Khofifah menilai pemberantasan narkoba adalah agenda nasional. Kemudian, ia juga menyebut 2,11% dari total populasi di Jatim telah terpapar narkoba.

"Data nasional per awal tahun 2026 sangat mengkhawatirkan, di mana tercatat sekitar 4,11 juta penduduk atau 2,11% dari total populasi telah terpapar narkotika," ujar Khofifah.

"Kondisi Jawa Timur juga mendesak dengan catatan 5.924 kasus pengungkapan tindak pidana narkotika sepanjang tahun 2025, membuktikan bahwa ini adalah 'extraordinary crime' yang butuh penanganan luar biasa," sambungnya.

Kepala BNN: Narkoba Isu Kemanusiaan, Bukan Sekadar Kriminalitas

Sebelumnya, Komjen Suyudi menyatakan pemberantasan narkoba merupakan salah satu pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Dia juga mengatakan pemberantasan narkoba menjadi syarat membangun sumber daya manusia unggul.

"Berperang terhadap narkoba demi kemanusiaan tentunya sejalan dengan Asta Cita Bapak Presiden. Khususnya poin ke-7 terkait pemberantasan narkoba sebagai bagian reformasi hukum dan ketahanan bangsa," kata Suyudi dalam jumpa pers pengungkapan kasus narkoba di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (22/10).

Mantan Kapolda Banten itu kemudian menyebutkan masalah narkoba merupakan isu kemanusiaan. Dia mengatakan narkoba bukan sekadar kriminal.

"Narkoba dipandang sebagai isu kemanusiaan bukan hanya sekadar kriminalitas. Pengguna narkoba sebagai korban yang harus disembuhkan melalui rehabilitasi, bukan penjara," ujarnya.

(azh/rfs)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |