Pelajar di Jaktim Gelar Demo Buntut Guru Diduga Lecehkan Siswi SMA

3 hours ago 2

Jakarta -

Dugaan pelecehan yang melibatkan oknum guru di salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) di Pasar Rebo, Jakata Timur memicu demonstrasi pelajar. Para pelajar menuntut keadilan dan transparansi dalam penanganan kasus tersebut.

Dilansir Antara, demonstrasi tersebut terjadi pada Senin (9/2) kemarin. Aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas terhadap para korban dugaan pelecehan yang dilakukan oleh oknum guru terhadap siswinya.

Para siswa demo membawa poster dan menyampaikan orasi yang menuntut keadilan dan transparansi penanganan kasus tersebut. Mereka mendesak pihak sekolah dan aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan pelecehan yang terjadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam aksi tersebut, mereka menyebut dugaan pelecehan telah berlangsung sejak lama. Hal ini diperkuat oleh sejumlah alumni yang mulai berani menyuarakan pengalaman serupa.

Korban Diduga Lebih dari 2 Siswi

Wanda Al-Fathi Akbar selaku kuasa hukum salah satu korban berinisial N, mengungkapkan kasus ini tidak hanya menimpa kliennya. Ia juga mengungkapkan jumlah korban kemungkinan lebih dari dua orang siswi.

"Yang kita dapat ada beberapa korban. Memang mungkin selama ini mereka enggak berani speak up. Estimasi mungkin lebih dari dua orang," kata Wanda, dilansir Antara, Rabu (10/2/2026).

Menurutnya, selama ini para korban memilih diam karena belum berani mengungkapkan peristiwa yang mereka alami. Korban lain bermunculan setelah salah satu korban memberanikan diri melapor ke pihak kepolisian.

"Jadi, kasus ini diam selama ini. Ketika korban yang sekarang, yang kita tangani ini, baru bermunculan korban-korban lainnya," imbuhnya.

Wanda sendiri telah melaporkan dugaan pelecehan tersebut ke Polres Metro Jakarta Timur. Saat ini, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan dan berpeluang naik ke tahap penyidikan.

"Saat ini, masih tahap penyelidikan. Kemungkinan akan segera naik ke tahap penyidikan," ucap Wanda.

Selain melapor ke kepolisian, pihak kuasa hukum juga telah mendatangi pihak sekolah untuk mengonfirmasi status terduga pelaku yang merupakan guru di sekolah tersebut. Ia meminta agar sekolah tidak lepas tangan dan turut mengawal proses hukum yang berjalan.

"Ini kita bermusyawarah supaya ada solusi dari pihak sekolah. Kita meminta bahwa dengan adanya laporan dan pemberhentian terhadap oknum dua guru tadi, pihak sekolah tidak lepas tangan," jelas Wanda.

Dugaan Pelecehan Fisik dan Verbal

Wanda menjelaskan bentuk pelecehan yang diduga dilakukan oknum guru tersebut terjadi dalam sebuah grup WhatsApp. Dalam percakapan tersebut, terduga pelaku membicarakan korban dan siswi lainnya dengan nada tidak pantas.

"Oknum guru itu saling chat-chat-an lewat WhatsApp. Dari situ, saling membicarakan korban dan siswa-siswa lainnya mengenai fisik," kata Wanda.

Saat ini, bukti yang dimiliki pihak kuasa hukum masih terbatas pada dugaan pelecehan verbal melalui pesan singkat. Namun, dia mengaku mendapat informasi sejumlah korban juga diduga mengalami pelecehan fisik.

"Bukti yang kita pegang saat ini baru verbal, lewat WA (WhatsApp). Tapi info dari teman-teman yang lain, ada yang main fisik juga, hanya saja korbannya belum diketahui," ujar Wanda.

Lihat juga Video 'Viral Konten Guru dan Murid Diduga Child Grooming di Sukabumi':

(mea/dhn)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |