Pandji Pragiwaksono Diperiksa Bareskrim soal Candaan Adat Toraja

12 hours ago 6
Jakarta -

Komika Pandji Pragiwaksono menjalani pemeriksaan di Bareskrim hari ini. Ia diperiksa terkait dugaan penghinaan terhadap adat Toraja.

"Betul (Pandji diperiksa) terkait laporan tentang adat Toraja," kata Kasubdit 1 Siber Bareskrim Polri Kombes Rizky saat dikonfirmasi, Senin (2/2/2026).

Kombes Rizky mengatakan Pandji diperiksa masih berstatus saksi. Kasus tersebut sudah tahap penyidikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Betul (diperiksa sebagai saksi). Betul (tahap) penyidikan," ucapnya.

Pandji mengatakan mendapat panggilan polisi terkait kasus tersebut. Dia mengatakan kasus ini dipermasalahkan usai kejadian pada 2013.

"Dapat panggilan untuk terkait kasus yang Toraja. Siapa pelapornya? Gua lupa. Bukan, bukan (kasus) 'Mens Rea'. Ini untuk pertunjukan lain lagi yang sudah lama. Pertunjukannya tahun 2013, kemudian dipermasalahkan sekarang," ujar Pandji kepada wartawan.

Pandji menyebut telah meminta maaf. Namun, Pandji tetap mengikuti proses pemeriksaan ke Bareskrim terkait kasus tersebut.

"Sebenarnya permintaan maaf sudah pernah dilakukan dan sudah ada bisa dilihat publik juga. Tapi mungkin ini meneruskan laporan aja kali ya. Saya ikutin prosesnya aja," jelasnya.

Dia mengaku diberi 48 pertanyaan dalam pemeriksaan. Pertanyaan itu seputar materi stand up. "Tadi sebenarnya sudah dikatakan sudah di tahap penyidikan. 48 (pertanyaan). (Ditanyai) Seputar materi video stand up saya, materi dalam video saya," ucapnya.

Sebelumnya, Pandji dilaporkan oleh Aliansi Pemuda Toraja ke Bareskrim Polri setelah salah satu materi lawakan tunggal atau stand up comedy yang dibawakannya dinilai telah menghina adat Toraja. Dalam materi lawakannya itu, Pandji membahas prosesi pemakaman di suku Toraja.

Materi yang kini berpolemik sejatinya merupakan bagian dari pertunjukan lawakan tunggal Pandji pada 2013. Dalam gelaran itu, Pandji menyinggung soal mahalnya biaya yang harus dikeluarkan dalam melaksanakan pemakaman dengan adat Toraja.

"Di Toraja, dan ini pasti ada yang tahu, kalau ada anggota keluarga yang meninggal makaminnya itu pakai pesta yang mahal banget. Bener nggak gue? Bahkan banyak orang Toraja yang jatuh miskin habis bikin pesta untuk pemakaman keluarganya dan banyak yang nggak punya duit untuk makamin akhirnya jenazahnya dibiarin aja gitu," kata Pandji dalam potongan video seperti dilihat, Selasa (4/11/2025).

Pandji lalu melanjutkan materi lawakannya itu dengan menyebut masyarakat Toraja yang tidak bisa memakamkan anggota keluarganya yang meninggal akan menaruh jenazahnya di rumah. Pandji lalu menyajikan impersonation atau teknik dalam stand up comedy ketika komika menirukan orang lain atau karakter. Di momen ini, Pandji memosisikan diri sebagai orang asing yang bertamu di rumah orang Toraja dan melihat ada jenazah di ruang tamu.

"Ini praktik yang umum, misalkan, ada anggota keluarganya yang meninggal, nggak punya duit nih, jenazahya ditaruh aja di ruang tamu dan untuk keluarganya sih biasa-biasa aja, untuk keluarga yang meninggal, tapi kan kalau ada yang bertemu bingung kan," kata Pandji.

"Nonton apa pun di TV berasa horor. Lagi nonton Teletubies gitu, ngeri pasti. Tuh Tinky Winky nakutin ya lompat-lompat ada kuncirnya di atas," ujar Pandji seraya melakukan impersonation.

Materi yang dibawakan Pandji 12 tahun silam ternyata menuai polemik saat ini. Selain berurusan dengan hukum, Pandji dihadapkan pada tuntutan adat oleh perwakilan masyarakat Toraja.

Pandji Minta Maaf

Lewat unggahan di Instagram pribadinya hari ini, Pandji menyampaikan permintaan maaf atas materi lawakannya yang dinilai telah menghina adat Toraja. Pandji mengaku telah berdiskusi dan mengakui materi lawakannya tentang adat Toraja tidak peka.

"Tadi malam, saya berdialog dengan Ibu Rukka Sombolinggi, Sekjen Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN). Dalam pembicaraan kami lewat telepon, Ibu Rukka menceritakan dengan sangat indah tentang budaya Toraja tentang maknanya, nilainya, dan kedalamannya. Dari obrolan itu, saya menyadari bahwa joke yang saya buat memang ignorant, dan untuk itu saya ingin meminta maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat Toraja yang tersinggung dan merasa dilukai," ujar Pandji.

(dvp/isa)


Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |