Mitos atau Fakta? Menkes BGS Ungkap Bahaya Combo Sate Kambing dan Durian

3 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjawab salah satu mitos kuliner yang sudah lama beredar di masyarakat. Benarkah makan durian setelah sate kambing bisa menyebabkan stroke mendadak?

Dalam video terbaru program Budi Gemar Sharing (BGS) di Instagram, dia menjelaskan, anggapan itu tidak sepenuhnya benar, tetapi juga tidak sepenuhnya salah. Menurutnya, kombinasi sate kambing dan durian memang berpotensi membebani tubuh jika dikonsumsi bersamaan, meski tidak serta-merta menyebabkan stroke secara instan.

"Bukan berarti sekali makan langsung stroke saat itu juga. Tapi kombinasi keduanya memang 'bom' bagi tubuh," ujar BGS di caption reels dikutip dari Instagram @bgsadikin, Jumat (6/2/2026).

Ia sambil menunjukkan sate dan sop kambing yang ia santap dalam video tersebut. BGS menjelaskan, sate dan gulai kambing mengandung lemak jenuh dan garam tinggi, terutama pada bumbu dan kuahnya.

Meski meningkatkan risiko, BGS menegaskan masyarakat tidak perlu sepenuhnya menghindari sate kambing. Kuncinya ada pada cara memilih dan mengkombinasikan makanan.

"Kalau untuk sate seperti ini boleh dimakan dagingnya aja, jangan dimakan bumbunya, jangan dimakan kuahnya, karena itu justru yang tinggi garam dan lemaknya," kata BGS.

"Sama dengan sop kambing kalau kita mau makan sop kambing yang sehat, ya kita makan dagingnya jangan kuahnya dimakan semua. Tuh liat kuahnya ini kan isinya lemak semua. Sehat? Gak sehat sudah jelas," lanjutnya sambil menunjukkan kuah sop kambing dengan lemak.

Sementara itu, durian dikenal sebagai buah dengan kadar gula dan lemak yang tinggi, kata ia. Jika dikonsumsi bersamaan, kombinasi ini dapat memicu lonjakan tekanan darah dan gula darah, sehingga membuat kerja tubuh menjadi jauh lebih berat.

Kondisi tersebut berisiko, terutama bagi orang dengan riwayat hipertensi, diabetes, atau masalah jantung. "Kalau dimakan sekaligus, kasihan tubuh kita. Kerjanya jadi berat banget," katanya.

Untuk makanan penutup, BGS tidak merekomendasikan durian, terutama setelah konsumsi daging berlemak. Sebagai gantinya, ia menyarankan buah dengan kadar air tinggi dan gula rendah, seperti semangka.

"Kalau mau makan durian, nanti saja. Jangan ditumpuk hari ini semua," kata BGS.

Lewat pesan ini, dia kembali menekankan pentingnya mengatur porsi dan kombinasi makanan, bukan sekadar melarang jenis makanan tertentu. Dari cara itu, masyarakat tetap bisa menikmati kuliner favorit tanpa mengorbankan kesehatan.

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |