Pemilu Jepang di Depan Mata, Trump Dukung Penuh "Wanita Besi" Asia

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara terbuka menyatakan dukungan penuh kepada Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menjelang pemilihan umum nasional yang digelar pada Minggu (8/2/2026). Dukungan tersebut disampaikan di tengah kampanye yang diperkirakan akan mengantarkan kemenangan telak bagi koalisi pemerintah Jepang.

"Perdana Menteri Takaichi adalah seseorang yang pantas mendapatkan pengakuan yang kuat atas pekerjaan yang dia dan Koalisinya lakukan," tulis Trump melalui platform media sosial Truth Social pada Kamis (5/2/2026). Ia menegaskan memberikan "dukungan penuh dan total" terhadap Takaichi serta arah kebijakan koalisinya.

Takaichi, perdana menteri perempuan pertama Jepang yang dikenal berhaluan konservatif dan terinspirasi oleh mantan Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher, diperkirakan akan memperbesar kekuasaan koalisi pemerintah.

Jajak pendapat menunjukkan Partai Demokrat Liberal (LDP) yang dipimpinnya bersama mitra koalisi, Partai Inovasi Jepang (Ishin), berpeluang meraih sekitar 300 kursi dari total 465 kursi di majelis rendah parlemen.

Dukungan Trump dinilai signifikan karena mencerminkan kecenderungan presiden AS tersebut untuk ikut mempengaruhi pemilu di negara lain. Analis menilai langkah ini sejalan dengan pola Trump yang kerap mendukung pemimpin nasionalis atau sayap kanan di berbagai negara, termasuk Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban dan Presiden Argentina Javier Milei.

Analis geopolitik Mizuho Bank, Asuka Tatebayashi, mengatakan dukungan dari Trump akan berdampak positif bagi persepsi pelaku usaha di Jepang. Ia menambahkan, Trump juga relatif populer di mata publik Jepang dibandingkan di sejumlah negara Barat.

"Dari perspektif komunitas bisnis, peningkatan hubungan dan pengakuan yang lebih baik oleh Trump akan dilihat sebagai hal yang positif," ujarnya.

Pemerintah Jepang enggan mengomentari dukungan tersebut secara langsung. Namun, juru bicara pemerintah Kei Sato mengonfirmasi bahwa Trump telah mengundang Takaichi untuk berkunjung ke Washington pada 19 Maret mendatang.

"Di tengah situasi internasional yang berubah dengan cepat, kunjungan ini diharapkan dapat menegaskan kembali ikatan yang tak tergoyahkan dari aliansi Jepang-AS," kata Sato dalam konferensi pers.

Meski popularitasnya tinggi, kepemimpinan Takaichi juga dihadapkan pada tantangan. Sikap kerasnya terhadap China, termasuk pernyataan mengenai kemungkinan respons Jepang jika terjadi konflik di Taiwan, telah memicu ketegangan diplomatik dengan Beijing.

Di sisi ekonomi, rencana kampanyenya untuk menangguhkan pajak penjualan atas makanan memicu kekhawatiran investor terhadap keberlanjutan fiskal Jepang yang menanggung beban utang besar.

Dalam beberapa pekan terakhir, investor disebut mulai melepas obligasi pemerintah Jepang dan menekan nilai yen, seiring kekhawatiran potensi hilangnya pendapatan negara hingga sekitar 5 triliun yen, setara kurang lebih Rp530 triliun. Meski demikian, para analis menilai kemenangan kuat LDP tetap menjadi skenario yang paling minim risiko bagi pasar keuangan Jepang.

(luc/luc)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |