Situasi memanas dalam leg pertama babak play-off Liga Champions antara tuan rumah Benfica dan Real Madrid di Estadio da Luz, Portugal, Rabu (18/2/2026) dini hari WIB. Pemain Real Madrid Vinicius Junior berlari langsung ke arah wasit François Letexier dengan wajah tegang. Dia mengaku baru saja menjadi sasaran hinaan rasis dari pemain Benfica Gianluca Prestianni, khususnya kata "monyet". (REUTERS/Rodrigo Antunesz)
Tidak ada perdebatan panjang. Letexier berbalik, menyilangkan tangannya membentuk huruf X, isyarat yang sudah dikenal dalam prosedur anti-rasisme. Permainan langsung dihentikan. Jam berhenti selama sekitar 10 menit, tetapi suasana di arena tidak mereda. (REUTERS/Rodrigo Antunesz)
Ketegangan sudah mulai memanas. Vinicius baru saja mencetak gol dan merayakannya dengan provokatif di dekat bendera sudut lapangan. Dia menari, lalu menarik bajunya ke arah tribun penonton. Wasit Letexier memberinya kartu kuning. Keputusan itu hanya menambah bahan bakar ke dalam api. (REUTERS/Rodrigo Antunesz)
Para pemain dari kedua tim saling bertukar katapanas. Otamendi bereaksi keras. Tepat ketika keadaan tampak tenang, Prestianni masuk ke lapangan. (REUTERS/Rodrigo Antunesz)
Vinicius yakin dengan apa yang didengarnya. Dia tidak menunggu, dia tidak ragu-ragu. Reaksinya cukup kuat untuk menghentikan permainan. (REUTERS/Rodrigo Antunesz)
















































