Menteri Imipas Kagum Mesin Olah Sampah di Nusakambangan Dirakit oleh Para Napi

2 hours ago 1
Cilacap -

Area Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah (Jateng), yang menjadi aset Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), dikelola maksimal sejak berada di bawah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas). Balai Latihan Kerja (BLK) Pengolahan Sampah yang dibangun dan beroperasi 8 bulan lalu untuk sarana pembinaan narapidana (napi) tak hanya membuat kondisi zero waste, tapi juga membuat napi mampu menciptakan mesin pengolah sampah.

Mesin pengolah sampah tersebut dibuat oleh para napi yang memiliki pengetahuan teknik mesin dan kemampuan las besi. Hal ini disampaikan perwakilan PT Solusi Limbah Abadi, mitra swasta yang melatih para napi untuk mengolah sampah menjadi pupuk.

"Ini asli produk warga binaan semua?," tanya Menteri Agus kepada perwakilan PT Solusi Limbah Abadi yang sehari-hari mendampingi kegiatan para napi di BLK Pengolahan Sampah ini di lokasi, Selasa (10/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perwakilan PT Solusi Limbah Abadi menjelaskan mesin ini asli buatan tangan para napi. Pihaknya bersama Kalapas Kelas IIA Kembangkuning Nusakambangan Winarso sengaja mengumpulkan napi-napi yang terdidik dan terlatih untuk menciptakan mesin olah sampah.

"Ini rakitan semua di sini. Napi yang punya basic teknik, las kita kumpulkan. Kita building, kita rakit," jelas perwakilan perusahaan tersebut.

Diketahui Menteri Imipas Agus Andrianto mendampingi 10 legislator dari Komisi XIII DPR RI berkeliling ke lokasi-lokasi sarana pembinaan napi, salah satunya BLK Pengolahan Sampah. Perwakilan PT Solusi Limbah Abadi menyampaikan dari dua mesin pengolah sampah yang beroperasi di BLK ini, salah satunya adalah karya tangan para napi.

"Kalau bisa kita produksi mesin dan kerjasama dengan pemda, bisa ada TPA di lapas, bisa juga untuk kegiatan sanksi sosial," tutur perwakilan PT Solusi Limbah Abadi.

Menteri Imipas Cek Mesin Pengolahan Sampah oleh Napi NusakambanganFoto: Menteri Imipas Cek Mesin Pengolahan Sampah oleh Napi Nusakambangan (Audrey/detikcom)

Menteri Agus setuju dan kembali bertanya soal kinerja mesin rakitan tersebut, teruji atau tidak. Perwakilan PT Solusi Limbah Abadi menyatakan kualitas mesin teruji. Lalu Menteri Agus bertanya soal merek dari mesin rakitan para napi bila hendak dipasarkan.

"Mereknya apa dong?" tanya Menteri Agus kembali.

"(Penamaan produk mesin) ikut Bapak (Menteri Agus)," jawab perwakilan PT Solusi Limbah Abadi.

'NK Product saja," usul Menteri Imipas.

Pantauan detikcom di lokasi, terdapat 12 narapidana yang berada di BLK Pengolahan Sampah ini, dan sebagian dari mereka berada di dekat mesin pengolah sampah yang dirakit sendiri. Dua napi tampak sedang mengecat bodi rakitan dengan warna biru.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Lapas Kelas IIA Kembangkuning Nusakambangan, Winarso, menerangkan jumlah sampah tiap harinya mencapai 1 ton. Sampah berasal dari 13 lapas dan bapas di pulau tersebut. Sampah yang terdiri atas sisa makanan, sampah dapur, sampah organik, serta sampah non-medis yang dihasilkan dari aktivitas harian warga binaan dan petugas.

"Satu hari bisa satu ton sampah dari lapas se-Nusakambangan yang diolah. Sebelumnya sampah setiap UPT ditaruh di belakang lapas. Sejak adanya BLK ini (sampah) zero waste. Sumber sampah dari 13 UPT di Nusakambangan," kata Winarso.

Winarso menyampaikan hasil akhir pengolahan berupa abu pembakaran yang dimanfaatkan kembali sebagai bahan urugan pada area tertentu, dan campuran pupuk bersama kotoran hewan (kohe) untuk mendukung kegiatan pertanian dan ketahanan pangan di Nusakambangan.

"Pengolahan sampah di Nusakambangan mulai beroperasi pada bulan Juni 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengelolaan lingkungan dan penanganan sampah terpadu di seluruh wilayah lapas Nusakambangan," tutur dia.

(aud/zap)


Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |