Mensos Jelaskan Penyebab Beda Data PBI JK BPJS dengan Kemenkes

3 hours ago 2
Jakarta -

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan adanya perbedaan data dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait jumlah peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) BPJS Kesehatan nonaktif yang mengidap penyakit kronis. Gus Ipul mengatakan perbedaan data tersebut lantaran validasi ulang.

Hal itu disampaikan Gus Ipul saat rapat bersama pimpinan DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/2/2026). Berdasarkan data Kemenkes, terdapat 120.472 peserta PBI JK yang dinonaktifkan merupakan pasien penyakit kronis.

Sementara itu, berdasarkan data Kemensos, hanya ada 106 ribu peserta PBI JK pengidap penyakit kronis yang dinonaktifkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Data kami 106 (ribu) itu adalah setelah kita sesuaikan dengan yang meninggal," ujar Gus Ipul.

Gus Ipul mengatakan perbedaan tersebut terjadi lantaran Kemensos telah melakukan validasi ulang terhadap data peserta PBI JK pengidap penyakit kronis. Termasuk penelusuran peserta yang telah meninggal dunia.

"Jadi 120 (ribu) itu, kemudian kita cek ulang dan tinggal 106 (ribu) setelah kita lakukan penelusuran yang meninggal. Jadi 106 (ribu), yang dari catatan kami," ungkapnya.

Lebih lanjut, Gus Ipul mengatakan data dalam sistem jaminan sosial bersifat sangat dinamis dan krusial. Menurut dia, perubahan data bisa terjadi setiap hari seiring berbagai peristiwa sosial di masyarakat.

"Kenapa? Karena setiap hari ada yang meninggal, setiap hari ada yang lahir, setiap hari ada yang menikah, setiap hari ada yang pindah tempat, setiap hari ada yang naik kelas, setiap hari ada yang turun kelas. Ini sangat krusial," ucapnya.

"Jadi mungkin data hari ini dengan data besok sudah sangat berubah. Ini yang perlu kita sadari bersama," imbuhnya.

Tonton juga video "Mensos Ungkap 54 Juta Warga Miskin Belum Terima BPJS PBI JK"

(amw/rfs)


Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |