Mensesneg Sebut Semarak Kemerdekaan Tak Hanya Terasa di Istana dan Monas

10 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah memperluas semarak kemerdekaan hingga ke kampung-kampung pemukiman padat dan lingkungan masyarakat di berbagai penjuru Jakarta dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Selasa (18/8/2026).

"Kita ingin lebih inklusif. Karena itu hari ini semarak peringatan kemerdekaan juga kita hadirkan di 40 titik di Jakarta, terutama di pemukiman padat dan lingkungan masyarakat, termasuk tempat saudara-saudara kita yang selama ini mungkin belum banyak tersentuh kemeriahan peringatan kemerdekaan," lanjutnya.

Menurut Prasetyo, kemerdekaan bukan hanya milik mereka yang dapat hadir di pusat-pusat perayaan. Semangat 17 Agustus justru harus dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang berada di pemukiman sederhana.

"Pesan Bapak Presiden Prabowo sangat jelas bahwa kemerdekaan adalah milik seluruh rakyat Indonesia. Oleh sebab itu, semaraknya jangan hanya terasa di Istana atau di Monas saja. Kita rayakan di kampung-kampung, pemukiman padat kita datangi rakyat. Kita ingin saudara-saudara kita ikut bergembira, ikut merasakan kebersamaan, dan merasakan bahwa peringatan kemerdekaan ini adalah milik kita semua rakyat Indonesia," ungkapnya.

Di Jakarta Pusat, Semarak Perayaan Kemerdekaan berlangsung antara lain di Kemayoran, Johar Baru, Senen, dan Tanah Abang. Di Jakarta Timur kegiatan tersebar di Pasar Rebo, Kramat Jati, Matraman, Cipayung, Ciracas, Pulogadung, Duren Sawit, Cakung, dan Jatinegara. Sementara itu, Jakarta Barat mencakup Kembangan, Palmerah, Taman Sari, Grogol Petamburan, Kebon Jeruk, Tambora, Kalideres, dan Cengkareng.

Untuk Jakarta Selatan, kegiatan dilaksanakan di Pesanggrahan, Mampang, Kebayoran Lama, Jagakarsa, Pasar Minggu, dan Tebet. Di Jakarta Utara hadir di Pademangan, Tanjung Priok, Koja, Penjaringan, dan Cilincing. Sementara masyarakat Kepulauan Seribu dapat mengikuti kegiatan di Pulau Pramuka.

Beragam kegiatan disiapkan untuk masyarakat, mulai dari lomba khas kemerdekaan untuk berbagai usia, panggung musik dan bazar UMKM lokal, pemeriksaan kesehatan dasar dan pembagian vitamin secara gratis, hingga distribusi paket sembako dan suvenir bagi masyarakat. Rangkaian kegiatan tersebut dirancang agar perayaan kemerdekaan dapat dirasakan secara langsung dan inklusif oleh masyarakat di berbagai wilayah.

Prasetyo menegaskan bahwa semangat utama dari rangkaian tersebut adalah membawa perayaan dari pusat kota menuju rakyat. Pemerintah ingin peringatan kemerdekaan tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi momentum yang memperkuat persatuan, kebersamaan, dan optimisme masyarakat.

"Delapan puluh satu tahun Indonesia merdeka harus kita rayakan bersama. Tidak boleh ada jarak. Tidak boleh ada rakyat yang merasa hanya menjadi penonton. Dari Istana, Monas, sampai kampung-kampung, kita ingin Merah Putih berkibar dengan kebanggaan yang sama. Karena Indonesia adalah kita semua, dan kemerdekaan ini adalah kemerdekaan seluruh rakyat Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur," katanya.

Rangkaian semarak HUT ke-81 RI tersebut sekaligus menjadi wujud bahwa peringatan kemerdekaan dapat hadir lebih inklusif dan merakyat. Dari pusat pemerintahan hingga kampung-kampung, semangatnya satu yaitu Indonesia merdeka, Indonesia bersatu, dan rakyat bergembira bersama.

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |