Menhub Bilang Rest Area KM 57 Mengganggu, Suruh Tutup Jika Tak Berubah

4 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Kepadatan ekstrem di jalan tol saat mudik Lebaran 2026 membuka sorotan baru terhadap fungsi rest area. Salah satu titik yang paling disorot adalah rest area KM 57 yang dinilai menjadi bottleneck.

Rest area yang seharusnya menjadi tempat istirahat justru berubah menjadi sumber kemacetan panjang. Kondisi ini terjadi saat lonjakan kendaraan tidak diimbangi dengan kapasitas yang memadai.

Masalah tidak hanya terletak pada kapasitas, tetapi juga pada perilaku pengguna jalan yang cenderung berhenti terlalu lama. Pemerintah kini mempertimbangkan langkah tegas jika perbaikan tidak segera dilakukan oleh pengelola.

"Kalau tidak dilakukan perbaikan, tutup saja. Karena ini akan sangat mengganggu dan malah jadi bottleneck," tegas Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Kamis (9/4/2026).

Evaluasi menyeluruh akan dilakukan, mulai dari akses masuk, pengaturan arus di dalam rest area, hingga kapasitas parkir.

Selain itu, skema buka-tutup rest area akan lebih dioptimalkan berdasarkan kondisi lalu lintas secara real time. Pengawasan terhadap volume kendaraan juga akan diperketat dengan menggunakan indikator kepadatan lalu lintas.

"Yang ingin kita perbaiki adalah akses masuk, flow di dalam, kemudian juga kapasitas yang harus kita tambahkan."

Edukasi kepada masyarakat juga menjadi kunci penting dalam mengatasi masalah ini. Banyak pengguna jalan belum memahami dampak berhenti terlalu lama terhadap kemacetan. Perilaku seperti parkir di bahu jalan atau berhenti di tengah arus contraflow juga dinilai memperparah kondisi.

Ke depan, pemerintah akan mendorong masyarakat untuk lebih disiplin dalam merencanakan perjalanan, termasuk mengisi bahan bakar sebelum masuk tol.

"Kami akan terus mengedukasi masyarakat agar tidak berlama-lama di rest area karena dampaknya sangat signifikan terhadap arus lalu lintas," ujar Dudy.

(dce) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |