Menguak Visi Ambisius "New Gaza" ala Menantu Donald Trump

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Menantu sekaligus penasihat Timur Tengah Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Jared Kushner, memaparkan visi ambisius untuk masa depan Jalur Gaza. Dalam presentasi di Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Kushner membayangkan Gaza bertransformasi dari wilayah yang hancur akibat perang menjadi pusat ekonomi modern dengan gedung pencakar langit dan pelabuhan canggih.

Kushner mengeklaim bahwa pembangunan kembali kota-kota di Gaza-yang saat ini rata dengan tanah setelah lebih dari 2 tahun perang antara Israel dan Hamas-sangat mungkin dilakukan dengan cepat jika faktor keamanan terjamin.

"Di Timur Tengah, mereka membangun kota seperti ini dalam 3 tahun," ujar Kushner dalam pidatonya, Kamis (22/1/2026) waktu setempat. "Hal seperti ini sangat bisa dilakukan, jika kita mewujudkannya."

Visi pembangunan ini mencakup infrastruktur besar mulai dari jalan raya baru, pelabuhan modern, hingga bandara, menggantikan bandara lama yang dihancurkan Israel dua dekade silam. Rencana tersebut membagi Gaza ke dalam delapan kawasan pemukiman yang diselingi dengan taman, lahan pertanian, serta fasilitas olahraga, lengkap dengan zona manufaktur maju dan pusat data.

Kushner menjelaskan bahwa tahap awal konstruksi akan difokuskan pada pembangunan "hunian tenaga kerja" di Rafah, kota di bagian selatan yang hancur total selama perang dan saat ini berada di bawah kendali pasukan Israel. Ia mengklaim bahwa pembersihan puing dan pembongkaran bangunan sudah mulai berjalan di wilayah tersebut sebagai langkah pembuka sebelum beralih ke proyek utama lainnya.

Meski begitu, hal ini berbanding terbalik dengan proyeksi PBB dan otoritas Palestina. Saat ini, wilayah berpenduduk 2 juta jiwa tersebut tampak seperti "lembah debu". Apartemen berubah menjadi gundukan puing, amunisi yang belum meledak tertimbun di bawah reruntuhan, dan penyakit menyebar akibat krisis air bersih.

Kantor PBB untuk Layanan Proyek (UNOPS) mencatat terdapat lebih dari 60 juta ton puing di Gaza, jumlah yang cukup untuk mengisi hampir 3.000 kapal kontainer. PBB memperkirakan butuh waktu minimal tujuh tahun hanya untuk membersihkan puing-puing tersebut, belum termasuk waktu yang dibutuhkan untuk proses demining atau pembersihan ranjau.

Syarat Keamanan

Kushner menegaskan bahwa rencana rekonstruksi ambisius ini hanya akan berjalan jika Gaza memiliki "keamanan" yang stabil, sebuah prasyarat yang dinilai sangat berat untuk dicapai dalam waktu dekat. Pasalnya, hingga kini belum ada kepastian apakah Hamas akan bersedia melakukan pelucutan senjata sepenuhnya, sementara di sisi lain, pasukan Israel dilaporkan masih melakukan kontak senjata dengan warga Palestina di Gaza hampir setiap hari.

Kelompok militan Hamas menyatakan bahwa mereka memiliki hak untuk melawan pendudukan Israel, meskipun mereka sempat memberikan sinyal akan mempertimbangkan untuk "membekukan" penggunaan senjata sebagai bagian dari proses menuju kemerdekaan negara Palestina.

Namun, ketegangan tetap tinggi, sejak gencatan senjata terbaru berlaku pada 10 Oktober, Kementerian Kesehatan setempat mencatat sedikitnya 470 warga Palestina tewas akibat serangan pasukan Israel, yang diklaim sebagai respons atas pelanggaran gencatan senjata.

Di tengah situasi yang tidak menentu ini, Dewan Perdamaian tengah bekerja sama dengan Israel untuk melakukan deeskalasi dan mengalihkan fokus pada demiliterisasi Hamas. Proses ini rencananya akan dikelola oleh komite Palestina yang didukung Amerika Serikat, yang dikenal dengan akronim NCAG, dengan visi jangka panjang untuk menyerahkan kendali Gaza kepada Otoritas Palestina yang telah direformasi.

Meski demikian, banyak pihak meragukan Hamas akan menyerah begitu saja kepada NCAG, terutama mengingat sejarah perseteruan mereka dengan Otoritas Palestina sejak 2007. Belum lagi keberadaan berbagai kelompok bersenjata lain di Gaza yang menurut rencana Kushner harus dibubarkan atau diintegrasikan ke dalam NCAG.

"Tanpa jaminan keamanan total dan demiliterisasi penuh di suatu wilayah, investasi tidak akan masuk dan proses pembangunan tidak akan dimulai," tambah Kushner.

(tps/luc)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |