Mengenal DSA Otak, Pemeriksaan untuk Kelainan Pembuluh Darah Otak

7 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Stroke sering datang tiba-tiba dan menjadi penyebab kecacatan serta kematian tertinggi di Indonesia. Salah satu upaya menurunkan risiko stroke berat adalah dengan mendeteksi kelainan pembuluh darah otak lebih awal, sesuai indikasi medis.

Namun perlu diketahui, sebenarnya stroke dapat dicegah dengan mendeteksi lebih awal gangguan pada pembuluh darah otak. Melalui skrining, risiko stroke bisa diketahui lebih dini sehingga penanganan dapat dilakukan tepat waktu. Salah satunya lewat Digital Subtraction Angiography (DSA).

Dokter spesialis bedah saraf dengan fellow intervensi stroke di Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Muhammad Ichsan Fachrudin Firdaus mengatakan, DSA merupakan pemeriksaan radiologi invasive yang menggunakan zat kontras untuk melihat struktur detail pembuluh darah otak.

"DSA dianggap gold standard karena bisa menampilkan anatomi pembuluh darah otak dengan resolusi sangat tinggi. Dari situ dokter bisa memastikan ada aneurisma, AVM, stenosis, AVF, atau kelainan vaskular lain yang berpotensi memicu stroke," jelas dia kepada CNBC Indonesia, Selasa (9/6/2026).

Sebagai informasi, istilah gold standard atau baku emas merujuk pada pemeriksaan yang menjadi acuan utama dalam menegakkan diagnosis karena dinilai memiliki tingkat akurasi yang tinggi. Dalam konteks pemeriksaan pembuluh darah otak, DSA menjadi salah satu metode rujukan karena mampu memberikan gambaran pembuluh darah secara detail dan real-time, sehingga membantu dokter menentukan diagnosis serta rencana penanganan yang tepat.

DSA cocok untuk pasien dugaan malformasi pembuluh darah (aneurisma, fistula AV), perlu evaluasi sebelum tindakan operasi/penyumbatan pembuluh (intervensi), stroke berulang tanpa penyebab jelas, dan persiapan tindakan endovaskular.

Menurut dr. Ichsan, DSA tidak dilakukan untuk skrining pada orang sehat. Pemeriksaan ini baru dipertimbangkan apabila pasien memiliki indikasi, seperti dugaan malformasi pembuluh darah yakni Aneurisma, Artery Venous Malformation (AVM), dan Artery Venous Fistula (AVF) dari hasil MRI/MRA/CTA.

Kemudian stroke berulang tanpa penyebab jelas setelah pemeriksaan non-invasif, evaluasi sebelum tindakan bedah atau intervensi endovaskular, dan evaluasi stenosis pembuluh otak yang berat.

Tujuan DSA otak adalah untuk melihat kelainan pembuluh darah di otak seperti aneurisma (pelebaran pembuluh darah), AVM (Artery Venous Malformation), stenosis (penyempitan), AVF (Artery Venous Fistule), dan tumor yang banyak mengandung pembuluh darah (meningioma).

"Pemeriksaan awal biasanya dengan melakukan MRI, MRA, atau CT Angiography. Bila ditemukan kelainan yang mencurigakan, baru dilanjutkan DSA untuk konfirmasi dan perencanaan tindakan," ujarnya.

DSA juga memiliki fungsi terapi. Setelah kelainan terdeteksi, dokter bisa langsung melakukan tindakan endovaskular dalam sesi yang sama, seperti coiling untuk aneurisma, embolisasi untuk AVM, atau balon angioplasti untuk stenosis.

Risiko dan Kesiapan Pasien

Sebagai tindakan invasif, DSA memiliki risiko komplikasi sekitar 0,5-1%, antara lain hematoma di area tusukan paha/lengan, reaksi alergi zat kontras, gangguan fungsi ginjal, atau risiko stroke prosedural yang sangat kecil.

"Karena itu DSA punya kontraindikasi. Pasien dengan gagal ginjal berat, alergi kontras berat, atau gangguan pembekuan darah perlu evaluasi khusus dulu. Keputusan DSA selalu berdasarkan pertimbangan manfaat dan risiko oleh tim dokter," tambah dr. Ichsan.

Pemeriksaan DSA sendiri hanya bisa dilakukan di rumah sakit yang memiliki fasilitas cathlab dan ditangani tim dokter spesialis bedah saraf fellow intervensi stroke/vaskular, radiologi intervensi, atau neurologi intervensi.

Untuk diketahui, skrining DSA bisa dilakukan di Bethsaida Hospital dengan layanan diagnostik yang semakin modern dan terintegrasi. Bethsaida Hospital berharap masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan berkualitas tinggi di dalam negeri tanpa harus berobat ke luar negeri.

(rah/rah) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |