Jakarta, CNBC Indonesia - Kebiasaan tidur kerap dianggap sepele. Padahal, detail kecil seperti memakai atau tidak memakai kaos kaki saat tidur disebut psikolog bisa mencerminkan karakter seseorang.
Survei Better Sleep Council mencatat sekitar 32% responden mengaku tidur memakai kaos kaki setidaknya beberapa kali dalam sepekan. Angka ini menunjukkan kebiasaan tersebut bukan hal langka, meski masih dianggap tidak umum.
Sejumlah psikolog menilai, pilihan tidur dengan kaos kaki berkaitan dengan cara seseorang merespons lingkungan, kenyamanan, hingga tekanan sosial. Berikut ulasannya, dirangkum dari Your Tango, Selasa (17/2/2026).
1. Tak Takut Dinilai Orang Lain
Orang yang tidur mengenakan kaos kaki umumnya tidak terlalu memikirkan pandangan orang lain. Mereka cenderung fokus pada apa yang membuat dirinya nyaman, bukan pada standar kebiasaan mayoritas.
Dalam banyak kasus, tidur pakai kaos kaki justru dianggap tidak lazim. Namun, kelompok ini tidak merasa perlu menyesuaikan diri hanya demi diterima secara sosial.
Psikolog klinis Bonnie Zucker, PhD, menyebut kecemasan terhadap penilaian orang lain adalah hal wajar. "Namun penting untuk menilai apakah ketakutan tersebut sampai mengganggu kesejahteraan Anda," ujarnya.
Sikap tidak mudah terpengaruh penilaian eksternal ini seringkali berkaitan dengan tingkat kepercayaan diri yang lebih stabil dan kemampuan menetapkan batas personal.
2. Sangat Peka dengan Lingkungan
Tidur lebih nyenyak dengan kaos kaki bisa menandakan sensitivitas sensorik yang tinggi. Individu dengan karakter ini sangat menyadari perubahan suhu, tekstur, dan kondisi sekitar tubuhnya.
Kepekaan tersebut tidak hanya muncul saat tidur, tetapi juga dalam aktivitas sehari-hari. Mereka mungkin lebih selektif memilih tempat kerja, pakaian, atau makanan berdasarkan kenyamanan sensorik.
Profesor psikologi Russell T. Hurlburt, PhD, menjelaskan kesadaran sensorik muncul ketika seseorang benar-benar memperhatikan sensasi fisik yang biasanya diabaikan.
Dalam konteks tidur, sistem sensorik mereka "memutuskan" bahwa kaki yang hangat membantu tubuh lebih rileks dan cepat memasuki fase istirahat.
3. Menyukai Nostalgia
Bagi sebagian orang, kaos kaki bukan sekadar penghangat kaki. Ia menghadirkan rasa aman yang mengingatkan pada pengalaman masa kecil, seperti saat dirawat dan diperhatikan.
Perasaan nyaman ini bersifat emosional, bukan sekadar fisik. Tidur dengan kaos kaki menjadi cara sederhana untuk menghadirkan kembali rasa terlindungi tersebut.
Profesor psikologi Krystine Batcho, PhD, menyatakan nostalgia adalah emosi yang menenangkan karena mengingatkan pada masa ketika seseorang diterima tanpa syarat.
Tak heran, kebiasaan ini kerap bertahan hingga dewasa karena memberikan efek psikologis yang menenangkan sebelum tidur.
4. Mengutamakan Kenyamanan
Kelompok ini menempatkan kenyamanan sebagai prioritas utama, terutama saat beristirahat. Kaus kaki yang lembut dan hangat dianggap seperti "selimut tambahan" untuk kaki.
Meski sebagian orang merasa tidur tanpa kaos kaki lebih bebas, bagi kelompok ini justru sebaliknya. Kenyamanan personal menjadi faktor utama dalam menentukan kualitas tidur.
Pelatih kesehatan Jay Vera Summer menegaskan tidur berkualitas sama pentingnya dengan pola makan sehat dan olahraga teratur.
Dengan kata lain, apa pun yang membantu tubuh mencapai tidur nyenyak, termasuk kaos kaki, dipandang sebagai bagian dari perawatan diri.
5. Pandai Menyelesaikan Masalah
Tidur dengan kaos kaki juga mencerminkan pendekatan praktis dalam menghadapi masalah. Saat kaki terasa dingin dan mengganggu tidur, mereka langsung mencari solusi sederhana.
Alih-alih mengeluh atau membiarkan gangguan berlanjut, kaos kaki menjadi langkah cepat untuk mengatasi sumber ketidaknyamanan.
Pakar kesehatan masyarakat Janine Brooks, MBE, menyebut pemecahan masalah sebagai proses kognitif dasar manusia yang menopang keberhasilan.
Kebiasaan kecil ini menunjukkan pola pikir antisipatif, di mana orang tersebut dapat mengenali potensi masalah dan segera menanganinya sebelum berkembang lebih jauh.
Kesimpulannya, kebiasaan tidur pakai kaos kaki bukan sekadar preferensi personal. Di baliknya, tersimpan petunjuk tentang cara seseorang memandang kenyamanan, emosi, hingga strategi menghadapi masalah sehari-hari.
(dce)
[Gambas:Video CNBC]
















































