Jakarta, CNBC Indonesia - Megaproyek data center kecerdasan buatan (AI) yang digadang-gadang menjadi simbol kerja sama teknologi antara Amerika Serikat (AS) dan Inggris mendadak dihentikan sementara. Proyek bernama Stargate UK yang digagas OpenAI itu tertunda karena masalah regulasi dan mahalnya biaya energi di Inggris.
OpenAI, perusahaan pembuat ChatGPT, mengumumkan keputusan tersebut setelah menilai lingkungan investasi di Inggris belum mendukung pembangunan infrastruktur AI skala besar yang berkelanjutan. Penundaan ini menjadi batu sandungan bagi ambisi pemerintah Inggris yang ingin menjadikan negaranya sebagai pusat AI global.
Proyek Stargate UK sendiri diluncurkan pada September tahun lalu bersama Nvidia dan Nscale. Peluncuran itu bertepatan dengan kunjungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke Inggris yang saat itu diklaim menghasilkan investasi masuk hingga 150 miliar poundsterling atau sekitar US$201,14 miliar.
Perusahaan menyebut proyek tersebut sebagai langkah besar dalam kemitraan teknologi kedua negara. Stargate UK dirancang untuk memperkuat kemampuan komputasi kedaulatan Inggris serta mempercepat adopsi AI di negara tersebut. Komputasi kedaulatan merujuk pada kemampuan suatu negara membangun dan mengendalikan infrastruktur AI secara mandiri.
Namun rencana itu harus tertahan. OpenAI menegaskan proyek akan dilanjutkan jika kondisi investasi lebih mendukung, khususnya terkait regulasi dan biaya energi.
"Kami melihat potensi besar bagi masa depan AI Inggris. London adalah rumah bagi pusat riset internasional terbesar kami, dan kami mendukung ambisi Pemerintah untuk menjadi pemimpin AI," kata OpenAI, dikutip dari Reuters, Jumat (10/4/2026).
"Kami terus mengeksplorasi Stargate UK dan akan melanjutkan ketika kondisi yang tepat seperti regulasi dan biaya energi memungkinkan investasi infrastruktur jangka panjang," tambah perusahaan tersebut.
Pemerintah Inggris menyatakan tetap berkomitmen memperkuat kapasitas komputasi nasional. Juru bicara pemerintah mengatakan pihaknya masih bekerja sama dengan OpenAI dan perusahaan AI lainnya untuk mendorong pembangunan infrastruktur AI.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer sendiri menempatkan AI sebagai pusat strategi pertumbuhan ekonomi. Langkah itu dilakukan untuk menarik investasi asing sekaligus menghidupkan kembali ekonomi Inggris yang tengah stagnan menjelang pemilu nasional 2029.
Sebagai informasi, beberapa saat setelah dilantik sebagai Presiden AS pada Januari 2025, Donald Trump langsung membuat pengumuman besar Stargate, bersama beberapa tokoh kawakan di industri teknologi.
Bersama dengan CEO SoftBank Masayoshi Son, CEO OpenAI Sam Altman, dan pendiri Oracle Larry Ellison, Trump mengumbar proyek senilai US$500 miliar untuk membangun infrastruktur AI. Stargate kemudian menjalin kemitraan dengan negara-negara lain, termasuk Inggris.
(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]


















































