Jakarta, CNBC Indonesia - Langkah berani Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) yang melakukan uji coba pendaratan pesawat tempur di jalan tol baru-baru ini memicu sorotan luas dari dunia internasional. Strategi ini dipandang sebagai upaya jenius untuk memperkuat pertahanan negara kepulauan tanpa harus menguras anggaran untuk alutsista mahal seperti kapal induk.
Media asal Amerika Serikat (AS), CNN International, melaporkan bahwa Indonesia sedang memulai rencana ambisius untuk menjadikan jalan tol di seluruh negeri sebagai landasan pacu darurat bagi jet tempurnya. Langkah ini dinilai akan memberikan Indonesia kemampuan pertahanan yang setara dengan memiliki banyak kapal induk yang tersebar di seluruh wilayah kepulauan yang sangat luas.
Dalam pemberitaan CNN, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI M. Tonny Harjono, menyampaikan pada Rabu bahwa ia berharap ke depannya setiap dari 38 provinsi di Indonesia akan memiliki setidaknya satu ruas jalan tol yang dapat digunakan sebagai landasan pacu darurat. Meski demikian, hingga saat ini belum ada rincian mengenai jadwal pasti pengimplementasian seluruh rencana tersebut.
Foto: Pendaratan Pesawat Tempur F-16 di Jalan Tol. (Hutama Karya)
Foto: Pendaratan Pesawat Tempur F-16 di Jalan Tol. (Hutama Karya)
"Saya ingin menegaskan bahwa penggunaan jalan tol sebagai landasan pacu alternatif bagi jet tempur bersifat sementara dan situasional. Ini artinya tidak akan digunakan secara terus-menerus. Kami akan menggunakannya hanya saat diperlukan saja," ujar Marsekal TNI M. Tonny Harjono, dikutip Jumat (13/2/2026).
Dalam demonstrasi yang dilakukan pada hari Rabu tersebut, sebuah jet tempur F-16 milik TNI AU dan pesawat serang Super Tucano sukses melakukan operasi pendaratan dan lepas landas di ruas Tol Terpeka Simpang Pematang, Provinsi Lampung. Keberhasilan operasi di ujung selatan Pulau Sumatera ini dipandang sebagai pencapaian krusial dalam memperkokoh kedaulatan udara nasional.
"Keberhasilan ini menandai tonggak penting dalam memperkuat sistem pertahanan semesta," kata Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto, masih dimuat laman yang sama.
Senada dengan hal tersebut, media asal Prancis, AFP, yang dikutip melalui saluran berita Al Arabiya, melaporkan bahwa Angkatan Udara Indonesia tengah melakukan uji coba penggunaan jalan tol sebagai landasan cadangan untuk membantu memperkuat pertahanan kepulauan yang sangat luas. Penggunaan infrastruktur sipil ini diproyeksikan sebagai langkah antisipasi jika pangkalan militer utama mengalami kendala atau serangan.
Dalam laporan AFP, Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto menambahkan bahwa ruas jalan tersebut akan menyediakan alternatif jika pangkalan militer diserang. Ia menggambarkan tes tersebut sebagai pencapaian yang positif bagi militer Indonesia dalam menghadapi dinamika ancaman global.
"Langkah ini merupakan tonggak sejarah yang baik. Rencana untuk membangun jalan yang berfungsi ganda sebagai landasan pacu sudah disiapkan," tambah Donny Ermawan Taufanto.
Pihak TNI AU dalam keterangan resminya menjelaskan bahwa transformasi infrastruktur sipil untuk kebutuhan militer ini tidak akan mengganggu fungsi utama jalan tol sebagai sarana transportasi publik. Strategi ini murni ditujukan untuk kesiapan operasional dalam menghadapi potensi ancaman yang dapat muncul sewaktu-waktu di wilayah kedaulatan RI.
"Penggunaan jalan tol sebagai landasan pacu alternatif situasional diharapkan dapat memperkuat kesiapan operasional TNI Angkatan Udara dalam menghadapi berbagai potensi ancaman, tanpa mengurangi fungsi utama jalan tol sebagai infrastruktur transportasi publik," tulis pernyataan resmi TNI Angkatan Udara.
Pengamat militer menilai strategi ini merupakan cara yang sangat efektif dari segi biaya bagi Indonesia yang memiliki lebih dari 17.000 pulau. Dengan bentang wilayah mencapai 5.000 kilometer, pengadaan kapal induk dianggap tidak efisien karena harganya yang bisa mencapai miliaran dolar AS atau puluhan triliun rupiah, sementara jalan tol sudah tersedia secara fisik.
"Sebuah kapal induk tampaknya tidak terlalu menarik sebagai platform yang hemat biaya. Memiliki jalan tol dan jalan raya yang tak terhitung jumlahnya yang dipersiapkan sebagai landasan pacu militer darurat di seluruh kepulauan lebih masuk akal secara strategis dan operasional," kata Collin Koh, peneliti di S. Rajaratnam School of International Studies Singapura.
Langkah strategis ini dilakukan di tengah upaya masif Indonesia dalam meremajakan alutsista di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Bulan lalu, Indonesia baru saja menerima tiga jet tempur Rafale pertama buatan Prancis sebagai bagian dari kesepakatan besar senilai US$ 8,1 miliar (Rp 136,08 triliun) untuk pembelian total 42 unit jet tempur.
(tps/tps)
[Gambas:Video CNBC]

















































