Jakarta, CNBC Indonesia - Program pembangunan dan renovasi rumah tidak hanya berkaitan dengan penyediaan hunian, melainkan memiliki efek domino yang dapat menggerakkan roda perekonomian berbagai sektor usaha.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengungkapkan, sektor perumahan memiliki efek berantai yang dapat menggerakkan banyak lini usaha sekaligus.
Hal itu sejalan dengan dorongan pemerintah untuk memperbesar aktivitas ekonomi di berbagai daerah. Pergerakan tersebut diharapkan tidak hanya terkonsentrasi pada perusahaan besar, tetapi juga menjangkau pelaku usaha kecil dan tenaga kerja di daerah.
"Kita juga ingin di daerah-daerah lain supaya UMKM-nya bergerak ya, ada tenaga kerja tukang. Jadi pertumbuhan ekonomi itu seperti arahan Presiden di bidang perumahan itu sangat tinggi ya," kata Maruarar usai rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, Rabu (2/9/26).
Dorongan terhadap sektor perumahan juga berpotensi menciptakan permintaan baru bagi industri yang memasok kebutuhan pembangunan. Kondisi ini menjadi penting di tengah utilisasi industri pengolahan nonmigas yang masih berada di bawah level ideal.
Maruarar mencontohkan bagaimana satu proyek pembangunan rumah dapat membuka aktivitas ekonomi bagi berbagai profesi dan jenis usaha. Rantai tersebut tidak berhenti ketika rumah selesai dibangun, tetapi terus mengalir ke sektor pendukung lainnya.
"Saya selalu gambarkan nih, rumah dibangun, renovasi, ada tukangnya, ada developernya, ada arsiteknya, ada tukang listriknya, ada perbankannya, ada asuransinya," ujarnya.
Aktivitas tersebut kemudian berlanjut ketika kebutuhan material pembangunan dipenuhi dari sektor perdagangan. Toko bangunan menjadi salah satu titik yang menghubungkan proyek perumahan dengan produsen berbagai material konstruksi.
"Ini menggerakkan ekonomi buat supaya pengangguran berkurang, kemiskinan berkurang," kata Maruarar.
Dari sisi industri, kebutuhan pembangunan rumah juga dapat menjadi sumber permintaan bagi produsen material. Semakin banyak rumah yang dibangun atau direnovasi, semakin panjang pula rantai pasok yang ikut mendapatkan manfaat.
"Kemudian dia ngambil barang dari toko bangunan; ada supir truk, ada kernetnya. Di toko bangunan ada yang punya toko, ada pegawainya. Di dalam toko bangunan ada sekitar 180 barang industri; ada semen, pasir, kaca, cat, keramik segala macam. Di pabriknya ada jutaan orang yang bekerja. Nah inilah namanya ekosistem," ujar Maruarar.
(arj/arj)
[Gambas:Video CNBC]
















































