Manusia Rp 2.700 Triliun Tegas Tak Mau Tinggalkan Israel

3 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Konflik geopolitik yang memanas di Timur Tengah memicu kekhawatiran terkait kelangsungan bisnis di kawasan tersebut. Perang ini dimulai oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran.

Perang kemudian meluas di Uni Emirat Arab (UEA) dan kawasan Timur Tengah lainnya. Di tengah huru-hara tersebut, CEO Nvidia Jensen Huang memastikan perusahaannya akan tetap berada di Israel.

Huang merupakan salah satu pihak yang paling diuntungkan dari ledakan AI, dengan harta kekayaannya tercatat US$163,3 miliar (Rp1.795 triliun) menurut Forbes.

Industri AI dalam beberapa tahun belakangan sudah mulai kencang berekspansi ke negara-negara Arab. Misalnya, AS dan UEA menjalin kemitraan strategis dengan investasi miliaran dolar AS untuk menggenjot adopsi AI.

Dalam konferensi GTC beberapa waktu lalu, Huang mengatakan perusahaannya memiliki 6.000 karyawan dan keluarga mereka di Israel. Ia mengatakan perusahaan akan memperhatikan mereka dan memastikan operasi perusahaan sangat stabil di wilayah tersebut.

Dia juga mengucapkan pesan pribadi kepada karyawan di Israel. Laporan CNA mengatakan dia menyerukan dukungan kepada mereka.

"Kami memiliki ribuan keluarga di Israel. Saya sangat khawatir soal kalian semua. Jaga diri baik-baik. Kami ada di belakang kalian, mendukung kalian dan berharap dapat bertemu dengan kalian," kata Huang dikutip dari Times of India, Senin (13/4/2026).

Nvidia, dia juga menegaskan akan tetap hadir dalam jangka panjang di Israel di tengah isu geopolitik. Sebelumnya, ucapan serupa pernah diungkapkan Huang pada gelaran CES 2026. Kala itu dia mengatakan soal hubungan erat Nvidia dan Israel.

Huang mengungkapkan pula soal rencana kunjungan ke Israel. Awalnya dia menargetkan untuk pergi ke sana pada April bulan depan.

Namun, rencana itu belum diketahui apakah tetap dilakukan atau tidak, mengingat perang di Timur Tengah masih terus berlangsung.

Di saat yang sama, Huang melontarkan pujiannya pada para karyawan di kantor Israel. Mereka disebut sangat luar biasa dan memiliki dedikasi antara satu sama lain dan negara.

Selain itu, pria 63 tahun menjelaskan beberapa chip yang dikembangkan di Israel, termasuk BlueFiled-4. Nvidia menjadikan Istael sebagai pusat utama jalur inovasi perangkat keras.

Hubungan Nvidia dan Israel nampaknya akan kian erat. Salah satunya investasi melalui pembangunan kampus baru di Kiryat Tivon, yang diperkirakan dapat memperkerjakan hingga 10 ribu pekerja.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |