Mahasiswa UI Tanya Apakah RI Bisa Mediasi AS-Iran, JK Jawab Begini

3 hours ago 10
Depok -

Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) menjadi pembicara dalam Kuliah Umum tentang Dinamika Konflik Timur Tengah di Universitas Indonesia (UI). JK sempat menjawab pertanyaan dari mahasiswa soal kemungkinan Indonesia menjadi penengah dalam perang yang dimulai Amerika Serikat-Israel dengan Iran.

"Apakah konflik di dunia ini Indonesia dapat berperan?" kata JK menirukan pertanyaan mahasiswa tersebut dalam Kuliah Umum di Kampus UI, Depok, Jawa Barat, Selasa (7/4/2026).

"Dapat saja, pasti. Asal kita mempunyai kepercayaan dari mereka (pihak yang berkonflik)," sambung JK.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut JK, modal utama untuk mendamaikan konflik adalah kepercayaan. Dia menilai Iran saat ini tak terlalu percaya kepada Indonesia.

"Sekarang ini seperti Iran, dia tidak terlalu percaya kita. Dianggapnya kita terlalu berpihak ke Amerika," ujarnya.

JK mengatakan hal itu membuat Iran tidak terlalu menghormati RI. Menurut dia, hal itu tak bisa menyelesaikan masalah.

"Akhirnya Iran jadi tidak terlalu respect sehingga kita tidak bisa menyelesaikan, ikut menyelesaikan (konflik)," tuturnya.

JK mengatakan Indonesia harus mengedepankan politik luar negeri bebas aktif. Dia mengingatkan peran Presiden RI pertama Sukarno yang mampu menggerakkan dunia melalui Konferensi Asia Afrika (KAA).

"Bung Karno tegas, bisa memprakarsai Konferensi Asia Afrika dan itulah memerdekakan banyak negara dan mendamaikan karena tegas. Jadi kita bisa punya (peran) selama hubungan diplomatik kita baik dan kita tetap berada di posisi katakanlah kita kelompok nonblok," jelas Ketua Umum PMI tersebut.

JK menceritakan pengalamannya sendiri yang berusaha menjaga komunikasi dengan kedua belah pihak. Dia mengaku rutin menjalin komunikasi dengan petinggi Iran maupun pihak Amerika Serikat untuk mencari titik tengah.

"Saya bicara dengan Dubes Iran, berkali-kali datang ke rumah saya. Saya bicara dengan pihak Amerika, penasihatnya Trump, saya bicara 'kenapa kau begini?' Harus dua-duanya, tidak bisa satu saja," ujar JK.

(haf/haf)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |