Surabaya -
KM Virgo Transport 8 diterjang ombak hingga akhirnya terbalik dan tenggelam di Laut Jawa. Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Perak, Agustinus Maun, mengungkit tidak adanya peringatan cuaca buruk yang disampaikan BMKG sebelumnya.
"Yang kami terima dari prakiraan cuaca pada tanggal itu tidak ada masalah dan ketinggian (gelombang) pada tanggal itu paling tinggi 2 meter. Kapal dengan bobot tonase 8.500 itu masih bisa melewati situasi seperti itu," kata Maun dilansir detikJatim, Senin (14/9/2026).
KM Virgo berangkat dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Sabtu (12/9). Dalam perjalanan melintasi Laut Jawa, kapal itu dilaporkan menghadapi kondisi cuaca buruk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maun mengaku telah berkoordinasi dengan Kepala BMKG Tanjung Perak setelah insiden KM Virgo tenggelam. Dia mengatakan tidak ada peringatan cuaca buruk yang disampaikan BMKG pada 12 September silam.
"Saya sudah berkoordinasi dengan pihak BMKG, jadi sebenarnya tanggal 12 itu tidak ada informasi peringatan cuaca. Informasi peringatan cuaca yang kami terima di daerah Laut Jawa ini pada ketinggian satu setengah sampai 2 meter, artinya kapal masih bisa melewati situasi seperti itu," ujarnya.
Maun tidak menyebutkan berapa batasan ketinggian gelombang hingga kapal tidak diizinkan untuk melaut. Dia kemudian merujuk pertimbangan utama atau standar penentuan boleh-tidaknya berlayar itu justru dari peringatan BMKG.
"Jadi nanti ada informasi dari BMKG bahwa peringatan itu tidak diizinkan untuk pelayaran, baru kami hentikan dan hari itu apabila ada peringatan dini, maka kami tidak akan izinkan kapal itu untuk berlayar," katanya.
Baca selengkapnya di sini
(ygs/maa)


















































