Krisis 2026 Makin Parah, Banyak Pabrik Diramal Bakal Gulung Tikar

5 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonersia - Harga chip memori naik gila-gilaan dan berdampak pada penjualan perangkat elektronik konsumen seperti HP, router, dan laptop. Pantauan CNBC Indonesia pada pekan lalu, para pedagang di ITC Kuningan sudah mulai mengeluhkan penjualan yang menurun akibat lonjakan harga.

Dalam sebuah wawancara, perusahaan semikonduktor asal Taiwan, Phison, memperingatkan seluruh lini produksi terancam tutup gara-gara krisis chip memori yang sedang berlangsung.

CEO Phison, Pua Khein-Seng mengatakan permintaan industri AI terhadap chip memori telah menyerap hampir keseluruhan kapasitas produksi global. Akibatnya, produksi chip konvensional untuk perangkat elektronik 'dikesampingkan' karena chip berkapasitas tinggi (HBM) untuk AI dinilai lebih menguntungkan.

Di saat bersamaan, permintaan chip untuk AI dan perangkat elektronik sama-sama tumbuh signifikan. Hal ini mendorong harga ke level tertinggi sepanjang sejarah.

Jika kondisi ini terus berlangsung, banyak produsen mungkin harus menghentikan lini produk mereka, atau bahkan mengajukan kebangkrutan, dikutip dari TechBook, Senin (13/4/2026).

Pernyataan Pua tersebut diungkap dalam wawancara di sebuah channel YouTube berbahasa Taiwan, dari stasiun televisi Taiwan, Era Television. Seorang netizen merangkum wawancara tersebut melalui unggahan di X.

"Banyak produsen elektronik akan bangkrut atau meninggalkan lini produk pada akhir 2026 karena kekurangan memori. HP sangat terpengaruh, dengan produksi berpotensi turun 200-250 juta unit. Produsen PC dan TV juga kemungkinan akan mengalami penurunan produksi," kata Pua dalam wawancara yang dirangkum netizen di X.

Industri AI memainkan peran sentral dalam hal ini. Platform komputasi yang dioptimalkan AI milik Nvidia, Vera Rubin, membutuhkan lebih dari 20 terabyte penyimpanan SSD per unit. Jika perusahaan mencapai target penjualan puluhan juta unit, ini saja dapat mengonsumsi sekitar 20% dari produksi memori global.

Para produsen memori kini menuntut pembayaran di muka hingga tiga tahun untuk mengamankan pasokan. Pua memperkirakan krisis ini akan berlangsung hingga 2030 atau lebih lama. Perkiraan yang sangat pesimistis memprediksi durasi hingga 10 tahun.

Kelangkaan ini terutama memengaruhi produsen elektronik terjangkau. Antara lain perangkat streaming seperti Fire TV Stick Amazon, Roku, atau produk generik, router Wi-Fi, perangkat rumah pintar, kamera pengawas murah, colokan pintar, dan robot penyedot debu. Smartphone dan smart TV terjangkau juga dapat mengalami penurunan produksi besar-besaran.

Para analis memperkirakan biaya smartphone akan naik sebesar 6-8%. Bagi konsumen, ini berarti harga yang lebih tinggi, pilihan yang lebih sedikit, dan siklus produk yang lebih panjang.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |