Konflik Memanas, Kemlu: Pemerintah di Timur Tengah Tak Rekomendasikan Evakuasi

7 hours ago 3
Jakarta -

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyebut pemerintah dari negara-negara di kawasan Asia Barat atau Timur Tengah tak merekomendasikan evakuasi saat situasi di kawasan itu memanas. Kemlu menyebut pemerintah setempat hanya mengimbau warga untuk tetap di rumah.

"Tapi yang perlu kita perhatikan adalah di pemerintah-pemerintah yang ada di Timur Tengah, mereka tidak merekomendasikan evakuasi," kata Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemlu, Santo Darmosumarto, di Gedung Kemlu RI, Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Santo menyebut pemerintahan di Timur Tengah meminta warga di negara mereka untuk tetap tenang. Dia mengatakan situasi di setiap negara berbeda-beda.

"Justru pemerintah-pemerintah tersebut menyampaikan tetap saja berada di rumah kalian dan tenang dan lain-lainnya," katanya.

Santo menyebut pemerintah di negara-negara Timur Tengah juga membantu memenuhi kebutuhan warga negara asing. Dia mengatakan negara-negara di Timur Tengah juga menjamin keamanan warga yang ada di dalam negara mereka.

"Kita melihat kondisinya di setiap negara itu berbeda-beda dan juga di setiap negara itu pemerintahnya sudah sangat aware dan sudah sangat progresif ya terkait dengan menyampaikan imbauan-imbauan kepada negara asing untuk tetap tenang, aman, dan juga bahwa mereka akan diberikan berbagai keperluan-keperluannya selama ini," katanya.

Saat ini, Kemlu telah memulai evakuasi 32 warga negara Indonesia (WNI) dari Iran. Evakuasi WNI dilakukan secara bertahap sesuai situasi di lapangan.

Situasi kawasan Timur Tengah memanas setelah Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran pada Sabtu (28/2). Serangan itu menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Iran kemudian membalas dengan menyerang Israel dan sejumlah pangkalan AS di negara-negara Semenanjung Arab. Serangan ke Iran juga terus dilakukan oleh Israel dan AS.

Dilansir Al-Jazeera, korban tewas akibat serangan AS dan Israel di Iran telah lebih dari 1.000 orang. Belum ada tanda-tanda negara yang terlibat perang akan melakukan gencatan senjata ataupun berdamai.

(haf/haf)


Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |