Jakarta -
Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Jakarta Utara yang dimiliki Siti Aisyah punya produk unggulan siomay dan dimsum. UMKM spesialisasi ini dirintis sejak 2022.
Ditemui detikcom di kawasan Plumpang, Jakarta Utara, Sabtu (29/5/2026), Siti Aisyah bercerita bagaimana dirinya membangun usaha ini ketika pandemi COVID-19 melanda.
"Produk unggulan berupa siomay ayam yang berbasis gluten free. Dimsum juga ada, gluten free di kulitnya. Tapi selain itu, juga kita punya produk cilok, yang itu juga udah gluten free. Yang di dimsum itu mau kita sempurnakan sih dia, jadi produknya kita jadinya semuanya nanti ke depannya gluten free," tutur Siti Aisyah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alamat produksi siomay dan dimsum ini berada di Jl Bendungan Melayu Selatan, Tugu Selatan, Koja, Jakarta Utara. Siti Aisyah menyebut Cheria Culinary lahir setelah dirinya mencoba membuat jualan brownies dan kue kering.
"Saya kan udah usaha, jadi entrepreneur itu sudah dari tahun 2011 ya, tapi bukan di bidang kuliner, di bidang baby fashion. Tadinya dagang offline itu kan enak ya, sebelum COVID, nah, sekarang itu kan kalau misalnya dagang-dagang begitu kan bersaingnya sama distributor kalau di online ya. Jadi kita kalah saing, terus offline-nya udah enggak terlalu jalan, kita online juga saingan harga terus. Akhirnya, saya mikir di tahun 2022, pas COVID, kayaknya harus banting stir ke arah produk yang bisa kita bikin sendiri," sebut dia.
"Jadi saya terjun di bidang kuliner, nah ikut-ikut pelatihan. Tadinya bukan siomay. Tadinya kayak misalnya bolu, brownies terus buat kue kering," imbuh Siti.
Penjualan kue kering, katanya, tak bisa dilakukan setiap hari. Dirinya kemudian menimbang opsi lain sebelum memilih membuat dimsum dan siomay yang disebutnya gluten free.
"Akhirnya karena penjualan nggak tiap hari ada kalau ya kayak gitu-gitu, cuma event-event aja, akhirnya cari makanan yang setiap hari orang nyari. Akhirnya ketemulah yang si siomay ini, siomay gluten free, dimsum, terus sekarang ada varian cilok juga, sama kadang-kadang kalau di event ada jagung susu keju," beber Siti.
Siti mensyukuri usaha yang dijalaninya saat ini. Produknya dikenal pelanggan lewat acara-acara kantoran hingga bazar. Merujuk Instagram usahanya, produk ini tercatat pernah mengikuti acara Bakul Juara di Kantor Wali Kota Jakarta Utara beberapa waktu lalu.
Selain itu, Siti memasarkan usahanya lewat Instagram dan WhatsApp bisnis. Dia memiliki marketplace namun tidak terlalu aktif di situ.
Soal omzet, Siti mengaku jualannya bisa tembus Rp 15 juta. Angka ini bisa lebih ketika ada bazar maupun acara yang melibatkan keramaian warga.
"Kalau omzet rata-rata per bulannya, ya, itu sekitar 10 sampai 15 (juta). Tapi kalau lagi ada event sekitar 20 sampai 30 dapat, kalau eventnya bagus ya," kata dia.
Produk Cheria Culinary binaan Rumah BUMN BRI Foto: Foto dikirimkan Siti Aisyah, pemilik Cheria Culinary.
Dibantu Rumah BUMN BRI, Berdampak Nyata
Cheria Culinary, kata Siti, masuk rumah BUMN BRI pada 2023. Rumah BUMN BRI merupakan wadah inkubasi UMKM anggotanya yang dibina BRI agar naik kelas lewat pelatihan, kelas-kelas, akses untuk permodalan hingga pasar. Siti menceritakan dirinya mengenal Rumah BUMN BRI dari jaringan sesama pegiat UMKM.
"Kita kan UMKM itu kan punya komunitas banyak, ya, jadi kita berjeraring. Akhirnya banyak info-info, ikut beberapa tempat pelatihan termasuk yang Rumah BUMN ini. Jadi tahunya dari komunitas. Masuk Rumah BUMN BRI tahun 2023," kata Siti.
Siti merasakan manfaat bagi perkembangan usahanya setelah gabung Rumah BUMN BRI. Selain yang disebutkan tadi, Siti bercerita UMKM ini juga pernah diajak ke acara-acara BRI.
"Banyak, banyak manfaatnya ya, itu banyak banget yang kita dapet. Pertama kita dikasih pelatihan-pelatihan yang bagus mulai dari digital marketing, keuangan, terus menaikkan branding. Selain dari pelatihan itu, kita juga dapet juga review produk gratis dari Rumah BUMN BRI dan kita dibikinin konten dan kontennya itu kita tinggal upload aja ke IG. Nah, terus beberapa produk juga bisa dipajang di galerinya Rumah BUMN BRI. Jadi banyak manfaat banget dan kita juga suka diajak event-event iya, event-event dari BRI melalui Rumah BUMN BRI ini," sebut dia.
Memulai bisnis kuliner dari awal, Siti merasa terbantu oleh Rumah BUMN BRI. Beberapa kali juga dirinya mendapatkan pesanan dari Rumah BUMN BRI.
"Sangat terasa manfaatnya. Jadi karena bisnis saya kan dari 0, dengan pelatihan-pelatihan yang diberikan oleh BRI dan fasilitas-fasilitas yang diberikan oleh BRI, itu sangat membantu akselerasi perkembangan usaha kita gitu. Dan kadang-kadang beberapa kali juga kita dapat orderan dari Rumah BUMN BRI," kata dia yang kini bisa mempekerjakan karyawan.
Ida Rahmayanti, karyawan yang menemani Siti saat diwawancarai, mengaku senang bisa bekerja di Cheria Culinary. Karyawan di bidang pemasaran ini mengaku Rumah BUMN BRI turut membantunya berkembang.
"Saya pemasaran di kantin, di bazar, kadang juga minggu kemarin ya, minggu kemarin tuh sempat ada bazar juga bagian pemasaran di bazar," ujar Ida.
"Sangat, sangat membantu sih bagi saya yang pemula gitu kan. Walaupun bisa dibilang ada basic, pernah sebelumnya, tapi beda kan. Terkadang beda tempat juga kita beda bagaimana caranya. Jadi belajar juga banyak dari ibu bagaimana kita berhadapan dengan customer, belajar juga manage waktu nih," Ida menambahkan.
Koordinator Rumah BUMN Jakarta, Jajang Rohmana, kepada detikcom, menyebutkan Rumah BUMN BRI di Jakarta mempunyai komitmen agar UMKM lebih dikenal masyarakat dan memperluas pasar lewat program-program yang diberikan. Pelatihan yang dihadirkan pun bertujuan untuk membantu UMKM naik kelas.
"Di Rumah BUMN, para pelaku usaha atau UMKM mendapatkan pelatihan untuk mempertajam skill kewirausahaan, pendampingan digital, hingga akses permodalan dan jejaring pasar," ujar Jajang.
"Setiap senyuman dari pelaku UMKM yang berhasil naik kelas adalah energi bagi kami," ujarnya.
(gbr/gbr)

















































